Brace Mancini Bawa Roma Bekuk Lazio 2-0
AS Roma sukses mengamankan kemenangan krusial dalam laga penuh tensi bertajuk Derby della Capitale pada Giornata 37 Serie A. Menghadapi rival abadi mereka, Lazio, Giallorossi menang meyakinkan dengan skor 2-0 di Stadion Olimpico, Minggu (17/5) malam WIB.
Pahlawan kemenangan Roma kali ini datang dari sektor pertahanan. Bek tengah Gianluca Mancini tampil luar biasa dengan memborong kedua gol kemenangan lewat skema bola mati. Tambahan tiga poin ini melesatkan posisi Roma ke peringkat keempat klasemen sementara dengan raihan 70 poin, menggeser Juventus yang tumbang dari Fiorentina, sekaligus memperbesar asa mereka untuk tampil di Liga Champions musim depan. Sebaliknya, kekalahan ini memastikan Lazio tertahan di peringkat kesembilan dan resmi absen dari panggung Eropa musim depan.
Dominasi Tuan Rumah dan Gol Mancini
Pertandingan langsung berjalan panas sejak menit awal. Roma besutan Gian Piero Gasperini langsung mengambil inisiatif serangan. Laga baru berjalan empat menit, Bryan Cristante sudah mengancam lewat sundulan menyambut sepak pojok, meski arah bola masih melenceng tipis.
Menit ke-10, giliran Wesley yang melepaskan tembakan jarak jauh, namun kiper Lazio, Alessio Furlanetto, sigap mengamankan bola. Lazio sempat membalas melalui serangan balik kilat lewat Matteo Cancellieri dan Tijjani Noslin, tetapi lini pertahanan Roma masih tak tertembus.
Baca juga: Dybala Konfirmasi Belum Ada Tawaran Kontrak Baru dari Roma
Gol yang dinanti publik tuan rumah akhirnya lahir pada menit ke-40. Berawal dari sepak pojok taktis yang dilepaskan gelandang muda Niccolò Pisilli, Gianluca Mancini melompat paling tinggi di dalam kotak penalti untuk menanduk bola merobek jala Furlanetto. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Magis Dybala dan Brace Mancini
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan kian mendidih. Gasperini memasukkan Stephan El Shaarawy untuk menyegarkan lini sayap. Di sisi lain, Lazio mencoba membalas lewat tembakan spekulasi Cancellieri pada menit ke-49, namun kiper Roma Mile Svilar tampil tenang di bawah mistar.
Roma nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-63 andai tendangan Donyell Malen tidak ditepis Furlanetto. Dua menit berselang, Furlanetto kembali dipaksa bekerja keras menghalau eksekusi tendangan bebas akurat dari Paulo Dybala.
Namun, dari situasi sepak pojok yang dihasilkan dari tendangan bebas tersebut, gawang Lazio kembali bobol pada menit ke-66. Dybala mengirimkan umpan silang melengkung yang lagi-lagi disambut oleh tandukan tajam Mancini. Meski Furlanetto sempat menyentuh bola, derasnya laju sundulan Mancini tetap membuat bola bersarang masuk. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Serigala Ibu Kota.
Baku Hantam dan Dua Kartu Merah
Tertinggal dua gol membuat para pemain Lazio frustrasi. Puncak drama Derby della Capitale ini terjadi pada menit ke-70 ketika terjadi keributan massal di tengah lapangan akibat friksi panas antara bek Roma, Wesley, dan gelandang Lazio, Nicolò Rovella.
Baca juga: Roma Makin Dekat ke Empat Besar usai Menang Dramatis di Kandang Parma
Setelah kedua pemain hendak terlibat baku hantam dan harus dilerai oleh rekan-rekan setimnya, wasit Fabio Maresca tanpa ragu langsung mencabut kartu merah langsung untuk Wesley dan Rovella.
Bermain dengan masing-masing 10 orang, intensitas pertandingan tidak menurun. Gasperini kemudian memasukkan Matías Soulé dan Artem Dovbyk di sisa laga untuk menjaga kedalaman. Hingga 90 menit plus tambahan waktu berakhir, skor 2-0 untuk kemenangan AS Roma tetap tidak berubah.
Penentuan di Pekan Pamungkas
Kemenangan dramatis ini membuat takdir kualifikasi Liga Champions Roma berada di tangan mereka sendiri menjelang laga pamungkas musim 2025/26 pekan depan.
Atmosfer Olimpico pun pecah oleh perayaan para Romanisti yang merayakan dominasi mutlak atas tetangga sekota mereka musim ini.