Ruben Amorim mengawali kiprah resminya sebagai pelatih kepala AC Milan dengan kemenangan krusial 2-1 atas Torino, tetapi juru taktik asal Portugal tersebut mengakui timnya membutuhkan teguran keras di ruang ganti saat jeda babak pertama untuk mengubah pola pikir mereka yang terlalu berhati-hati.

Bertandang ke Stadio Olimpico Grande Torino, Rossoneri tampil mendominasi penguasaan bola pada 45 menit pertama, namun minim ambisi nyata di lini serang. Khawatir terkena serangan balik cepat dari tuan rumah, Milan justru terlihat lebih fokus menghindari kesalahan ketimbang mengambil inisiatif permainan.

Pesan Menohok di Ruang Ganti

Berbicara kepada DAZN Italia seusai pertandingan, Amorim membeberkan pesan spesifik yang ia sampaikan kepada para pemainnya saat jeda, sebuah instruksi yang langsung mengubah agresivitas dan tempo permainan mereka di paruh kedua.

"Di babak pertama, fokus utama para pemain adalah mengendalikan permainan, tidak kalah, dan tidak kebobolan lewat serangan balik. Namun, kami sangat kekurangan agresivitas di sepertiga akhir lapangan," terang Amorim. 

Baca juga: AC Milan Resmi Boyong Diego Moreira dari Strasbourg Hingga 2031

"Kami membahas hal itu di ruang ganti. Fokus mereka adalah tidak ingin kalah, tetapi ini bukan cara Anda memenangkan pertandingan. Mereka memahami hal itu. Kita tidak boleh hanya mengincar hasil imbang atau sekadar menunggu, kita harus menyerang untuk menang."

Penyesuaian taktis dan mental tersebut langsung membuahkan hasil manis setelah laga berjalan satu jam. Amorim memasukkan dua gelandang berpengalaman, Adrien Rabiot dan Luka Modrić, untuk mengatur irama permainan. 

Hanya beberapa menit setelah masuk ke lapangan, Rabiot membongkar pertahanan Torino dan memberikan umpan matang kepada Alphadjo Cisse. Pemain muda berusia 19 tahun itu melakoni debutnya di Serie A dengan mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan melengkung indah ke sudut atas gawang.

Hanya tiga menit berselang, Rabiot menyempurnakan penampilan impresifnya dengan menyambut umpan silang Samuel Chukwueze lewat tembakan voli keras yang menggandakan keunggulan Milan.

Pujian untuk Cisse dan Visi Jangka Panjang

Meski gol spektakuler Che Adams untuk Torino di menit-menit akhir sempat membuat situasi menegangkan, Milan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi untuk mengamankan tiga poin berharga di pekan pembuka. Amorim memberikan pujian khusus kepada Cisse, yang menunjukkan kedewasaan taktis melebihi usianya.

Baca juga: Penalti Nkunku Selamatkan AC Milan dari Kekalahan Lawan Inter

"Bukan hanya soal gol yang ia cetak, melainkan kualitas yang ditunjukkan Cisse sepanjang laga," puji Amorim. "Di babak pertama, ia bahkan beroperasi layaknya pemain paling berpengalaman di tim kami lewat caranya mengalirkan bola ke depan."

Meski mengawali langkah dengan hasil positif, mantan pelatih Sporting CP tersebut menyadari bahwa merombak kebiasaan lama Milan membutuhkan waktu dan stamina fisik yang prima. Amorim mencatat adanya penurunan intensitas pada 15 menit terakhir saat stamina para pemain mulai terkuras, yang menegaskan masih banyaknya pekerjaan rumah di lapangan latihan.

Bagaimanapun, mengamankan kemenangan pada laga pembuka sembari menancapkan filosofi taktis yang jelas menjadi langkah awal yang sangat menjanjikan. Bagi Amorim, membuktikan bahwa keberanian harus berada di atas rasa takut adalah fondasi utama dalam membangun era baru AC Milan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!