Wolves Resmi Pecat Rob Edwards Usai Degradasi dari Premier League
Wolverhampton Wanderers resmi memecat manajer Rob Edwards menyusul degradasi klub dari Premier League musim ini. Keputusan ini dikonfirmasi langsung melalui pernyataan resmi pihak klub pada Kamis waktu setempat.
Langkah ini mengakhiri masa jabatan Edwards yang baru berjalan kurang dari tujuh bulan di Molineux. Juru taktik berusia 43 tahun itu gagal menyelamatkan Wolves setelah hanya mampu memenangkan 5 dari 30 pertandingan di semua kompetisi, membuat klub asal West Midlands ini terdampar di dasar klasemen akhir.
Pemecatan di Tengah Geliat Bursa Transfer
Keputusan mendepak Edwards terbilang sangat mengejutkan dan kontradiktif. Pasalnya, mantan bek Wolves ini baru saja terlibat aktif dalam menyusun cetak biru skuad untuk mengarungi EFL Championship musim depan, termasuk mendatangkan bek veteran Kieran Trippier dan memulangkan striker Raúl Jiménez pekan ini.
Baca juga: Wolves Resmi Terdegradasi usai Delapan Musim di Premier League
Bahkan, Trippier sempat melontarkan pujian bagi Edwards saat diperkenalkan sebagai pemain baru awal pekan ini:
"Saya sempat berdiskusi panjang dengan manajer. Hal pertama yang membuat saya terkesan adalah betapa besarnya gairah beliau untuk membawa klub ini bangkit dari Championship musim depan. Anda bisa langsung merasakan kemistri itu dengannya."
Namun, manajemen Wolves yang dipimpin oleh Executive Chairman Nathan Shi tampaknya kehilangan kesabaran dan memilih untuk melakukan perombakan total demi menghadapi kompetisi Championship yang terkenal kejam dengan 46 pertandingan dalam semusim.
Pernyataan Resmi Pihak Klub
Dalam rilis resminya, Shi menyampaikan apresiasi sekaligus menegaskan bahwa klub membutuhkan arah baru demi masa depan finansial dan olahraga mereka.
"Ini adalah keputusan yang sangat sulit. Setelah musim berakhir, kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap aspek operasional sepak bola klub... Keputusan ini bukan tentang karakter, profesionalisme, atau dedikasi Rob. Ini tentang menentukan apa yang kami yakini mampu memberikan peluang terkuat bagi Wolves untuk melangkah maju dari perspektif olahraga."
Bagi Edwards, pemecatan ini menjadi catatan kelam tersendiri dalam karier manajerialnya. Ia kini tercatat telah merasakan pahitnya degradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris sebanyak dua kali dalam tiga tahun terakhir, setelah sebelumnya mengalami nasib serupa bersama Luton Town pada 2024.
Baca juga: Wolves Pantang Menyerah, Gagalkan Ambisi Eropa The Bees di London Barat
Kembali ke Kiblat Portugal?
Wolves bergerak cepat untuk mencari suksesor. Laporan dari berbagai media Eropa menyebutkan bahwa raksasa Molineux ini sedang membidik pelatih naik daun asal Portugal, César Peixoto.
Peixoto menjadi komoditas panas setelah sukses membawa Gil Vicente finis di peringkat keenam Primeira Liga Portugal musim lalu. Jika kesepakatan ini terwujud, Wolves akan kembali ke filosofi continental yang sempat membawa mereka berjaya beberapa musim lalu.
Skuad Wolves dijadwalkan akan segera berkumpul untuk menjalani sesi pramusim, namun kali ini dengan papan taktik yang harus dihapus dan ditulis ulang dari nol.