Di musim yang biasanya memperlihatkan Liverpool mampu keluar dari situasi sulit, pesisir selatan Inggris justru menjadi saksi titik nadir armada Arne Slot. Sang manajer asal Belanda itu hanya bisa terpaku melihat timnya bangkit dari ketertinggalan dua gol, hanya untuk melihat poin mereka sirna di menit ke-95 dalam kekalahan dramatis 3-2 dari Bournemouth.

Cara kekalahan itu terjadi, gol berantakan dari Amine Adli yang berawal dari lemparan ke dalam jauh James Hill di detik-detik terakhir, membuat Slot tampak geram di pinggir lapangan. Berbicara kepada media usai laga, Slot tidak berbasa-basi; ia menunjuk kombinasi jadwal padat dan kelelahan fisik sebagai alasan utama runtuhnya pertahanan The Reds di fase akhir pertandingan.

Jalan Terjal di Vitality 

Sore itu dimulai dengan mimpi buruk bagi tim tamu. Celah di lini pertahanan membuat Evanilson mampu menyambar bola di menit ke-26 setelah Virgil van Dijk gagal menyapu bola dengan sempurna. 

Keadaan memburuk tujuh menit kemudian ketika Alejandro Jiménez mengeksploitasi garis pertahanan tinggi yang tidak terorganisir untuk menggandakan keunggulan The Cherries.

Baca juga: Arne Slot Isyaratkan Liverpool Tak Belanja di Bursa Transfer Januari

Menambah penderitaan, Joe Gomez terpaksa ditarik keluar setelah benturan dengan Alisson, memaksa Liverpool bermain dengan sepuluh orang dalam durasi cukup lama di babak pertama sementara Ryan Gravenberch terpaksa mengisi posisi bek tengah darurat saat tuan rumah berhasil menggandakan kedudukan.

Upaya Bangkit yang Sia-sia

Namun, Liverpool tetaplah Liverpool. Mereka menemukan denyut nadi tepat sebelum turun minum melalui sundulan Van Dijk yang memperkecil kedudukan.

Baca juga: Real Madrid Jadi Klub dengan Pendapatan Tertinggi di 2026

Momentum berbalik sepenuhnya di babak kedua, dipicu oleh masuknya talenta muda berusia 17 tahun, Rio Ngumoha. Agresivitas sang remaja membuahkan tendangan bebas yang menjadi awal gol penyeimbang. Melalui skema cerdik saat tendangan bebas, Mohamed Salah memberikan umpan backheel yang disambar oleh Dominik Szoboszlai dengan tendangan keras ke pojok gawang. Skor imbang 2-2 saat laga menyisakan sepuluh menit.

Titik Nadir di Menit Akhir

Sayangnya, kebangkitan itu hanyalah fatamorgana. Saat jam memasuki menit kelima masa injury time, kaki-kaki lelah pemain Liverpool akhirnya menyerah. Gol kemenangan Adli memicu histeria di Stadion Vitality, namun bagi Slot, itu adalah tragedi yang seharusnya bisa dihindari jika bukan karena faktor kehabisan bensin.

"Dalam lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, 10 pertandingan terakhir, kami sebagian besar harus bermain dengan pemain yang sama, pemain yang tersedia, dan terkadang beberapa dari mereka bisa sedikit lelah di akhir pertandingan," kata Slot.

"Saya pikir itulah yang bisa Anda lihat hari ini di akhir pertandingan juga."

Baca juga: Steven Gerrard Yakin Liverpool Bisa Melangkah Jauh di Liga Champions

Slot juga sempat meluapkan kekesalannya pada ofisial pertandingan terkait tambahan waktu.

​​"Kedua tim berusaha mencetak gol, mereka memiliki peluang lebih baik daripada kami dalam 10 menit terakhir dan kemudian pada akhirnya ada lemparan ke dalam yang berujung pada gol," kata Slot.

"Namun pada akhirnya, itu tidak masalah karena mereka mencetak gol, meskipun mungkin kami bisa memberi mereka dua atau tiga menit (lebih) tetapi pertandingan ini seharusnya tidak hanya memiliki empat menit waktu tambahan."

Kekalahan ini memutus rekor 13 laga tak terkalahkan Liverpool dan meninggalkan mereka di posisi keenam klasemen. Kini, pertanyaan besar mengenai kedalaman skuad mulai muncul saat tekanan kompetisi domestik dan Eropa mulai menggerogoti fisik para pemain. Bagi Andoni Iraola dan Bournemouth, ini adalah kemenangan bersejarah yang membuktikan bahwa di Premier League, laga belum berakhir sebelum peluit panjang berbunyi.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!