Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Manajer Manchester City, Enzo Maresca, melancarkan serangan balik terkait polemik Derbi Manchester hari Minggu lalu. Maresca menegaskan bahwa Manchester United tidak memiliki alasan untuk terus mengeluhkan gol kemenangan Erling Haaland, mengingat Manchester City sendiri sampai hari ini tidak pernah menerima permintaan maaf dari kepala badan wasit (Pro Ref), Howard Webb, atas insiden kontroversial serupa dalam pertemuan kedua tim tiga tahun lalu.
Pernyataan menohok tersebut dilontarkan Maresca setelah Pro Ref secara terbuka menyampaikan pengakuan kesalahan dan permintaan maaf kepada pihak Manchester United atas pengesahan gol Haaland yang berbau offside.
Maresca mengingatkan publik pada laga derbi di Old Trafford pada Januari 2023. Kala itu, ia menjabat sebagai asisten Pep Guardiola saat Bruno Fernandes mencetak gol penyama kedudukan bagi United.
Baca juga: Buntut Derbi Manchester: Wasit VAR Resmi Diistirahatkan
Gol tersebut disahkan meski Marcus Rashford bergerak mengawal dan melindungi bola secara aktif dalam posisi offside sebelum bola disambar Fernandes.
"Tiga tahun lalu saat saya berada di sini, hal yang persis sama terjadi saat melawan Man United. Kami kalah dalam laga derbi di sana. Gol itu bukanlah gol yang lazim, jika Anda ingat. Sejujurnya, tidak ada yang meminta maaf. Kami masih menunggu permintaan maaf atas gol tersebut,” kata Maresca.
Maresca menilai kontroversi perwasitan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dinamika permainan. Ia meminta semua pihak untuk bersikap dewasa dalam menerima setiap keputusan di lapangan, tanpa harus membesarkan masalah secara berlebihan.
"Terkadang hal-hal berpihak pada Anda, dan terkadang hal-hal merugikan Anda. Inilah sepak bola," ujar pelatih asal Italia tersebut.
Baca juga: Maresca Terima Kartu Merah Foden, Namun Tuntut Hukuman Setimpal bagi Bruno
“Tidaklah mudah bagi VAR ataupun orang-orang yang berada di depan layar, karena mereka harus mengambil keputusan dalam waktu 10 atau 20 detik.”
Bagi Maresca, riuh perdebatan mengenai kepemimpinan wasit dan VAR justru mengaburkan pencapaian luar biasa yang diukir para pemainnya di lapangan. Manchester City sukses mengamankan kemenangan 1-0 di markas rival sekota meski harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari 75 menit akibat kartu merah Phil Foden.
Maresca merasa prihatin lantaran fokus pemberitaan media terlalu terpaku pada satu momen perwasitan dibanding memberikan apresiasi atas daya juang serta kedisiplinan taktis luar biasa yang diperagakan skuadnya sepanjang babak kedua di Old Trafford.
"Membahas satu kejadian atau satu momen setelah pertandingan itu—di mana kami bermain selama 70 atau 75 menit dengan 10 pemain—menurut saya... entahlah apa kata yang tepat, menurut saya itu tindakan yang kurang pantas," tambahnya. "Performa di babak kedua sungguh luar biasa."