Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Era kepemimpinan bersama di Stamford Bridge resmi berakhir setelah Todd Boehly dan Mark Walter menjual seluruh porsi saham mereka di Chelsea kepada Clearlake Capital. Kesepakatan akuisisi saham tersebut menempatkan firma private equity asal Amerika Serikat itu sebagai pemegang kontrol penuh atas klub raksasa Premier League tersebut.
Langkah ini menyudahi masa jabatan empat tahun Boehly sebagai Chairman Chelsea, sebuah periode yang diwarnai oleh restrukturisasi besar-besaran serta investasi belanja pemain rekor dunia pasca-pengambilalihan klub dari Roman Abramovich pada 2022.
Dalam pengumuman resminya, Chelsea mengonfirmasi bahwa kepemilikan saham Boehly dan Walter telah dialihkan sepenuhnya kepada entitas yang dikelola Clearlake. Meskipun terjadi perubahan struktur kepemilikan mutlak, klub memastikan tidak akan ada perubahan drastis pada operasional harian, kepemimpinan eksekutif, maupun arah strategi tim.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai Ketua Chelsea Football Club,” kata Boehley, dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Pochettino Tuntut Cabut Gelar Premier League Chelsea dan Diserahkan ke Spurs
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu memastikan masa depan cerah bagi Klub ini, termasuk English Premier League, para pelatih dan pemain, jajaran pimpinan serta staf yang berbakat di Chelsea, dan para penggemar setia yang luar biasa.
“Saya sangat menghargai kemitraan saya dengan Clearlake dan kelompok pemilik lainnya, serta keputusan kolektif maupun investasi yang telah kami lakukan demi mendukung kesuksesan Klub, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Saya yakin bahwa Chelsea berada pada posisi yang tepat untuk terus meraih kesuksesan di bawah kepemimpinan Clearlake."
Pimpinan Clearlake Capital, Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano, menyambut baik akuisisi penuh ini sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Boehly selama memimpin klub. Keduanya menegaskan bahwa Boehly akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah dan keluarga besar The Blues.
Sebelum kesepakatan ini terwujud, Clearlake memegang 61,5% saham klub, sementara Boehly, Walter, dan miliarder Swiss Hansjörg Wyss masing-masing menguasai 12,8% saham.
Baca juga: Carabao Cup: Chelsea Menang Comeback 6-3 atas Leeds United
Dengan transisi ini, Eghbali dan Feliciano kini memegang kendali tunggal untuk menentukan arah pembangunan infrastruktur, termasuk kelanjutan rencana renovasi atau pembangunan stadion baru pengganti Stamford Bridge.
Selama empat tahun di bawah bendera kepemimpinan Boehly, Chelsea mencatatkan pengeluaran transfer fantastis melebihi £1 miliar dengan fokus merekrut talenta muda berbakat berjangka panjang.
Di bawah struktur kepemilikan baru, fokus utama Clearlake dipastikan tetap tertuju pada penguatan performa olahraga, pengembangan akademi, serta peningkatan stabilitas finansial demi membawa Chelsea bersaing di kasta tertinggi sepak bola Eropa.