Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Usai melewati musim penuh dinamika yang menguji ketahanan seluruh elemen klub, James Maddison kini menatap masa depan dengan optimisme baru. Berbicara di sela-sela tur pra-musim Tottenham Hotspur di Australia, penggawa timnas Inggris tersebut menyuarakan antusiasmenya bekerja di bawah asuhan manajer Roberto De Zerbi. Ia meyakini filosofi menyerang nan berani dari sang juru taktik asal Italia sangat pas dengan karakter permainannya.
De Zerbi, yang mendarat di London Utara pada Maret lalu menggantikan pelatih interim Igor Tudor, sukses mengawal Spurs melewati fase krusial akhir musim lalu dan memastikan bertahan di Premier League berkat kemenangan 1–0 atas Everton di pekan pamungkas. Berbekal sesi pra-musim penuh kali ini, pelatih berusia 47 tahun itu mulai menanamkan skema permainan posisional yang rumit serta tekanan tinggi yang telah melambungkan namanya di kancah sepak bola modern Eropa.
Bagi Maddison, yang sebagian besar perjalanannya musim lalu terganggu oleh cedera lutut parah hingga harus absen hingga Mei, gagasan sepak bola De Zerbi hadir sebagai panggung ideal untuk menemukan kembali performa terbaiknya.
“Manajer sangat jelas bahwa tujuannya adalah untuk menjadi lebih baik, memainkan sepak bola yang lebih baik, untuk bersemangat, dan bangga bermain untuk klub ini,” kata Maddison.
Baca juga: Pecahkan Rekor Transfer, Van de Ven Tegaskan Ambisi Baru Spurs
“Saya pikir jika kita mendengarkan gayanya, cara yang dia inginkan, prinsip-prinsipnya, saya pikir jika kita mempertahankan target jangka pendek untuk mencoba menjadi lebih baik dan mencoba menerapkan cara dia bermain, target jangka panjang akan lebih baik. Ini hanya masalah masih mempelajari cara dia bermain.
“Sebagai pemain, dia adalah pelatih yang ingin kami bela karena dia menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan bola, sangat menyerang. Saya sangat bersemangat.”
Kembalinya kebugaran Maddison menjadi angin segar sekaligus menghadirkan kembali motor kreativitas yang sempat hilang dari lini tengah Spurs. Kemampuannya mengolah bola di area sempit serta melepaskan umpan terobosan mematikan dinilai sangat selaras dengan skema De Zerbi, yang gemar memancing tekanan lawan guna membuka ruang di sepertiga akhir lapangan.
Gelombang optimisme yang menyelimuti persiapan pra-musim Spurs kian diperkuat oleh pergerakan agresif klub di bursa transfer guna memanjakan gaya taktis De Zerbi.
Lini tengah mendapatkan suntikan amunisi berkelas lewat kedatangan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes, sementara sektor pertahanan makin kokoh berkat perekrutan bek asal Belanda, Jan Paul van Hecke, yang sebelumnya merupakan anak asuh De Zerbi di Brighton. Kedalaman skuat dan kepemimpinan di ruang ganti juga bertambah seiring hadirnya bek berpengalaman Andy Robertson secara gratis.
Tottenham membuka laga uji coba pra-musim mereka dengan catatan manis lewat kemenangan 2–0 atas juara A-League, Auckland FC, di Selandia Baru melalui gol Dane Scarlett dan Richarlison.
Baca juga: Spurs Pecahkan Rekor Transfer, Rekrut Tonali dari Newcastle Seharga £100 Juta
Pertandingan persahabatan melawan Sydney FC dan rival London, Chelsea, telah menanti sebelum Spurs mengalihkan fokus penuh menuju laga pembuka Premier League melawan Brentford pada 22 Agustus mendatang.
“Ini persiapan yang luar biasa. Ini satu-satunya kesempatan kami untuk melakukan perjalanan dan tur ini untuk bertemu penggemar kami di seluruh dunia,” tambah Maddison.
“Kami sedang mempersiapkan pertandingan pertama musim ini melawan Brentford. Ini musim yang penting bagi kami di bawah manajer baru. Kami ingin menjalani musim yang sukses. Kami harus lebih baik daripada beberapa musim terakhir. Semua ini adalah persiapan menuju pertandingan pertama itu.
“Pertandingan melawan Sydney dan Chelsea, kami hanya meningkatkan persiapan dan apa yang telah kami kerjakan, menciptakan tim sesuai dengan cara kami ingin bermain dan gaya yang ingin kami mainkan.”
Dengan skuat yang kian solid serta sang kreator serangan yang kembali fit dan bersemangat, Tottenham siap meninggalkan masa-masa sulit dan membangun identitas permainan baru yang siap menggebrak Premier League.