Setelah lebih dari satu dekade menjadi simbol kepemimpinan di Tyneside, Jamaal Lascelles resmi meninggalkan Newcastle United. Bek berusia 32 tahun itu telah merampungkan kepindahannya ke Leicester City dengan status permanen pada jendela transfer musim dingin 2026.

Kepindahan ini menandai berakhirnya pengabdian luar biasa selama 11 tahun bagi pemain yang bergabung dengan Newcastle dari Nottingham Forest pada 2014 tersebut. Lascelles, yang mengemban ban kapten sejak era Rafa Benitez hingga kebangkitan klub di bawah kepemilikan baru, menandatangani kontrak jangka pendek hingga akhir musim 2025/2026 bersama The Foxes.

Warisan Sang Kapten di St James' Park

Jamaal Lascelles bukan sekadar pemain bagi publik Newcastle, ia adalah jangkar di masa-masa sulit dan jembatan menuju era kejayaan baru. Dengan lebih dari 250 penampilan, Lascelles memimpin klub melewati berbagai fase penting.

Baca juga: Brace Omar Marmoush Antar Manchester City ke Final Carabao Cup

Ia menjadi pilar utama saat memimpin Newcastle kembali ke kasta tertinggi pada musim 2016/2017. Selain itu, Lascelles adalah kapten yang memimpin tim saat menghancurkan raksasa Prancis, PSG, dengan skor 4-1 di St James' Park pada Oktober 2023.

Meski terhambat cedera di akhir masanya, ia secara simbolis mengangkat trofi Carabao Cup 2025 di Wembley, mengakhiri dahaga gelar klub selama 70 tahun.

Misi Baru di King Power Stadium

Bagi Leicester City, kedatangan Lascelles adalah suntikan pengalaman yang sangat dibutuhkan. Tim asuhan Andy King tersebut tengah berjuang dengan krisis di lini belakang dan rekor buruk tanpa clean sheet dalam 24 pertandingan liga terakhir mereka di Championship. Ini adalah rentetan terpanjang mereka tanpa clean sheet di luar liga utama sejak rentetan 27 pertandingan pada musim 1948-49.

Leicester sendiri saat ini berada di posisi ke-20 di divisi kedua. Situasi diperparah setelah mereka mendapatkan pengurangan enam poin karena menyalahi aturan finansial Premier League.

“Saya sangat bersemangat untuk masuk ke sini,” katanya. “Ini adalah tempat yang bagus, klub yang besar, fasilitasnya fantastis. Saya tidak sabar untuk membantu sebisa mungkin, mencoba untuk meningkatkan posisi di liga, dan bertemu semua pemain besok.”

“Saya pasti akan menambahkan standar tinggi, profesionalisme… bagi saya, itu tidak bisa ditawar. Ini adalah hal kecil setiap hari, memotivasi diri sendiri dan orang lain untuk ikut serta dan terus menjaga standar tinggi.”

Baca juga: Soal Masa Depan Tonali di Newcastle, Howe: Saya Tak Bisa Kendalikan Segalanya

Penghormatan dari Eddie Howe

Manajer Newcastle, Eddie Howe, memberikan penghormatan emosional kepada mantan kaptennya tersebut. Howe memuji integritas dan profesionalisme Lascelles yang tetap menjadi pemimpin di ruang ganti meskipun menit bermainnya berkurang drastis dalam dua musim terakhir akibat cedera ACL.

"Jamaal telah menjadi pelayan luar biasa bagi klub ini jauh sebelum saya datang. “Dia menjadi kapten di usia yang sangat muda dan selama beberapa musim yang sangat sulit bagi klub. Ada beberapa perjuangan menghindari degradasi di mana dia harus tampil dan memimpin tim dalam keadaan sulit," tutur Howe.

“Jadi saya memberikan penghormatan kepadanya dan berterima kasih atas semua pengabdiannya, semua yang telah dia berikan kepada tim dan staf. Dia adalah sosok yang patut dibanggakan.”

Lascelles diprediksi akan langsung masuk ke dalam skuad Leicester untuk laga akhir pekan melawan Birmingham City. Bagi para penggemar The Magpies, kepergian sang kapten meninggalkan lubang emosional, namun warisannya sebagai sosok yang menjaga api semangat Newcastle tetap menyala di masa transisi akan selalu dikenang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!