Pelatih Manchester United, Michael Carrick, secara tegas menampik anggapan bahwa para pemainnya mengalami kendala kebugaran fisik setelah mereka mencuri hasil imbang 1-1 di markas Fulham pada Minggu malam. Penegasan ini disampaikan sang manajer meski statistik pertandingan mencatat tim tuan rumah berlari secara kolektif 6,6 km lebih banyak dibandingkan armada Setan Merah.   

Poin penyelamat Manchester United baru lahir pada menit ke-89 melalui tembakan Matheus Cunha yang berbelok arah. Menariknya, penyerang asal Brasil yang menjadi pahlawan di menit akhir tersebut justru melontarkan kritik keras terhadap intensitas dan tingkat energi rekan-rekan setimnya seusai laga.   

Kritik Cunha dan Ketimpangan Daya Jelajah

Kekecewaan Cunha berakar dari penurunan performa tajam United pada awal babak kedua, yang akhirnya berujung pada gol bunuh diri Lisandro Martínez di menit ke-63. 

Penyerang tersebut menilai timnya tidak menunjukkan agresivitas yang cukup saat menghadapi tekanan Fulham.   

"Situasi ini sangat membuat kami frustrasi. Awalnya, kami menjalankan rencana permainan dan menciptakan beberapa peluang. Kami gagal mencetak gol, lalu mereka justru mencetak gol lewat satu serangan. Sulit untuk menjelaskannya,” kata Cunha kepada Sky Sports.

Baca juga: Fulham 1-1 Manchester United: Gol Menit Akhir Cunha Selamatkan Setan Merah

"Ini sungguh membuat frustrasi. Setelah kebobolan, kami bermain jauh lebih baik dan menunjukkan karakter yang kuat. Seharusnya sikap itu sudah ada sejak awal pertandingan. Kami memang meraih satu poin, tetapi kami tidak boleh bermain dengan target hanya untuk satu poin.

"Situasinya sulit. Mereka mengerahkan energi lebih besar daripada kami; hal ini tidak bisa kami terima. Kami harus memberikan yang terbaik dan melakukan perbaikan di setiap posisi.

"Ini baru permulaan. Musim lalu situasinya serupa—banyak sorotan dan pembicaraan di luar sana—namun pada akhirnya kami finis di peringkat ketiga."

Data statistik pascapertandingan memperkuat penilaian Cunha. Skuad asuhan Álvaro Arbeloa mencatatkan total daya jelajah yang jauh melebihi United, mempertegas dominasi fisik tuan rumah sepanjang 90 menit.

Respons Carrick Atas Klaim Energi Tim

Meskipun dihadapkan pada angka statistik dan teguran terbuka dari pemainnya sendiri, Carrick menolak gagasan bahwa stamina atau fisik anak asuhnya bermasalah. 

Mantan gelandang legendaris United itu justru memuji mental pantang menyerah tim yang terus menekan hingga berhasil menyamakan kedudukan.   

"Secara pribadi saya tidak setuju dengan penilaian itu. Cara kami menyelesaikan pertandingan sama sekali tidak menunjukkan hal tersebut. Saya justru cukup puas dengan cara kami mengakhiri laga karena kami terus menekan. Jadi saya rasa kebugaran fisik bukanlah sebuah masalah,” tegas Carrick.

Baca juga: Arbeloa Tuding Wasit Berat Sebelah Usai Fulham Gagal Raih Kemenangan atas MU

Carrick menambahkan bahwa reaksi para pemainnya setelah tertinggal gol bunuh diri mencerminkan karakter kuat. Ia menilai kemampuan menjaga kesabaran dan struktur permainan di saat tertekan sebagai langkah kecil yang positif untuk melangkah ke depan.   

“Sejauh ini pada musim ini, perbedaan tipis-lah yang membuat situasinya berbalik ke arah yang kurang menguntungkan,” tambahnya. “Saya tahu kami bisa tampil lebih baik; ada hal-hal tertentu yang perlu kami perbaiki. Namun, saya tidak merasa putus asa ataupun berkecil hati, karena kami menunjukkan tanda-tanda yang positif.”

Tekanan Menjelang Jeda Internasional

Hasil di Craven Cottage memperpanjang rentetan hasil mengecewakan United dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya kalah dari Manchester City di derbi dan tersingkir dari Carabao Cup di tangan Brighton. 

Baca juga: Beri Pemain Milan Kebebasan di Lapangan, Amorim Tak Ingin Ulangi Kesalahan di MU

Raihan lima poin dari lima pertandingan awal menjadi start terburuk Setan Merah di Premier League sejak musim 2014-15.   

Kritik tajam juga datang dari mantan bek United, Gary Neville, yang menyebut 15 menit pertama babak kedua sebagai penampilan "paling menyedihkan" yang pernah ia saksikan dari mantan klubnya. 

Menanggapi gelombang keraguan dari luar, Carrick menegaskan bahwa ruang ganti tetap solid dan tidak mengalami deflasi kepercayaan diri menjelang jeda internasional.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!