Pelatih AC Milan, Rúben Amorim, mengakui bahwa dirinya sengaja memberikan kebebasan posisi lebih besar kepada para pemainnya saat memetik kemenangan telak 3-0 atas Lecce. Langkah ini diambil pelatih asal Portugal tersebut karena enggan mengulangi kesalahan yang pernah ia buat di Manchester United akibat terlalu kaku terikat pada satu sistem permainan.   

Tekanan mulai merayapi San Siro setelah Rossoneri melewati tiga laga tanpa kemenangan, termasuk kekalahan 0-2 dari Benfica di Liga Europa serta hasil imbang berturut-turut di Serie A saat menghadapi Juventus dan Lazio. Namun, perayaan seabad Stadion San Siro menjadi titik balik penting ketika pertahanan Lecce dilumat lewat performa menyerang yang jauh lebih cair.   

Transformasi Taktik di San Siro

Amorim melakukan penyesuaian signifikan dengan beralih menggunakan skema empat bek saat membangun serangan dari belakang, membiarkan Mario Gila bergerak lebih melebar. 

Perubahan tersebut membuahkan hasil manis pada menit ke-14 ketika Christian Pulisic mencetak gol pembuka memanfaat umpan terobosan jauh Strahinja Pavlović. Di babak kedua, gol dari Adrien Rabiot dan pemain pengganti Diego Moreira mengunci kemenangan sempurna bagi tuan rumah.   

Baca juga: AC Milan Masih Tak Terkalahkan usai Gilas Lecce 3-0

Dalam wawancara pascamatch bersama DAZN, Amorim mengungkapkan alasannya mengendurkan instruksi posisi yang terstruktur kaku demi memberi ruang kreativitas bagi para pemainnya.   

"Kami mengalami kesulitan di pertandingan-pertandingan terakhir karena struktur tim terlalu terkunci pada posisi masing-masing,” jelas Amorim.

“Keputusan itu selalu ada di tangan saya. Apa yang saya rasakan dalam pertandingan-pertandingan terakhir sama dengan yang saya rasakan saat di Manchester United, dan saya tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama.”

Belajar dari Masa Lalu di Old Trafford

Pengalaman pahit Amorim di Manchester United, di mana ia dikritik tajam akibat memaksakan formasi tiga bek terlepas dari karakteristik skuad yang dimiliki, menjadi pelajaran berharga dalam karier kepelatihannya. 

Pria berusia 41 tahun itu menegaskan bahwa fleksibilitas adalah kunci utama untuk sukses di sepak bola modern, khususnya di panggung Serie A yang sangat mengandalkan taktik.

"Terkadang kita tidak memiliki karakteristik yang sempurna untuk bermain dengan skema tertentu. Jika kita tidak memilikinya, kita harus beradaptasi,” tambahnya.

Baca juga: Amorim Siap Adaptasi Taktik Usai Milan Dibekuk Benfica di San Siro

“Hari ini strategi ini bekerja dengan baik, namun di laga lain kami bisa saja kembali ke pola tiga bek. Yang terpenting adalah memiliki berbagai variasi permainan. Hal ini sangat penting di Italia karena para pelatih di sini sangat cerdas dan mampu menerapkan penjagaan satu lawan satu dengan baik."

Kemenangan ini membawa AC Milan kembali mendekati papan atas klasemen Serie A, sekaligus membuktikan bahwa Amorim siap mengevaluasi pendekatan taktisnya demi membawa stabilitas jangka panjang di San Siro.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!