Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Struktur kepemilikan di tubuh Chelsea berpeluang mengalami perombakan besar-besaran. Chairman Todd Boehly dan direktur klub Mark Walter dikabarkan tengah menggelar negosiasi untuk menjual kepemilikan saham mereka kepada pemegang saham mayoritas, Clearlake Capital. Jika kesepakatan ini terwujud, perusahaan private equity asal Santa Monica yang dipimpin oleh Behdad Eghbali dan José E. Feliciano tersebut akan memegang kendali operasional secara mutlak di Stamford Bridge.
Langkah ini menandai kembalinya proses negosiasi pengambilalihan yang sempat tertunda selama hampir dua tahun, menyusul perselisihan internal antara Boehly dan Clearlake terkait arah strategis jangka panjang klub.
Menurut beberapa laporan, pembicaraan mengenai potensi transaksi yang menaksir nilai total Chelsea lebih dari £5 miliar ini kembali bergulir seiring pertimbangan Boehly dan Walter untuk melepas saham mereka, sekaligus berpotensi mengakhiri salah satu model tata kelola gabungan paling tidak biasa di sepak bola modern.
Sejak proses akuisisi senilai £2,5 miliar dari Roman Abramovich pada Mei 2022, Clearlake memegang 61,5% saham mayoritas Chelsea.
Baca juga: Chelsea Siapkan Tenggat Waktu Banderol £120 Juta untuk Enzo Fernández
Sementara itu, Boehly, Walter, dan investor Swiss Hansjörg Wyss membagi sisa 38,5% saham melalui konsorsium BlueCo. Dalam kesepakatan awal, kedua belah pihak menyetujui hak tata kelola yang seimbang serta kendali operasional bersama.
Namun, dinamika kekuasaan tersebut dengan cepat memicu gesekan internal. Perbedaan pandangan mengenai filosofi rekrutmen pemain, pergantian manajer yang terlampau cepat, hingga rencana pembangunan ulang stadion Stamford Bridge membuat hubungan Boehly dan Eghbali merenggang.
Proposal pembelian saham saat ini menaksir nilai Chelsea menembus angka £5 miliar, melonjak dua kali lipat hanya dalam kurun waktu empat tahun.
Momentum negosiasi ini juga dipengaruhi oleh tekanan finansial eksternal yang dihadapi Mark Walter. Miliarder Amerika Serikat berusia 66 tahun tersebut tengah melakukan likuidasi aset olahraga bernilai tinggi pasca penyelidikan Departemen Kehakiman AS terkait pinjaman dalam bisnis asuransinya.
Baca juga: Chelsea Resmi Datangkan Chavarría dari Rayo Vallecano dengan Kontrak Lima Tahun
Langkah cepat Walter menjual saham mayoritas di klub NBA Los Angeles Lakers pekan lalu menjadi sinyal kuat upayanya melakukan efisiensi portofolio investasi.
Bagi Chelsea, rampungnya kesepakatan ini akan mengakhiri ketidakpastian struktur kepemimpinan di jajaran direksi. Kepemilikan 100% oleh Clearlake bakal menyederhanakan proses pengambilan keputusan di Stamford Bridge, memusatkan kekuasaan penuh di tangan Eghbali dan Feliciano saat The Blues bersiap menatap babak baru kompetisi.