Mikel Arteta mengaku jantungnya hampir berhenti saat menyaksikan David Raya melakukan penyelamatan akrobatik di menit-menit akhir untuk menggagalkan upaya Alejandro Garnacho. Aksi heroik sang kiper memastikan kemenangan 2-1 Arsenal atas Chelsea di Emirates Stadium pada hari Minggu, sekaligus menjaga ambisi juara The Gunners tetap berada di jalurnya.

Dalam laga Derby London yang sarat tensi, Arsenal unggul lebih dulu melalui sundulan William Saliba (21') memanfaatkan sepak pojok Bukayo Saka. Chelsea sempat menyamakan kedudukan sesaat sebelum turun minum setelah Piero Hincapie secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri. Namun, Jurrien Timber mengembalikan keunggulan tuan rumah di menit ke-66, lagi-lagi melalui skema tendangan sudut yang menjadi senjata andalan Arsenal musim ini.

Drama Kartu Merah dan Kepungan Chelsea

Chelsea harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-70 setelah Pedro Neto menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Gabriel Martinelli. 

Meski kalah jumlah pemain, pasukan Liam Rosenior justru tampil menekan di sepuluh menit terakhir, memaksa Arsenal bertahan total di area penalti mereka sendiri.

Baca juga: Puij Kedalaman Skuad, Raya Yakin Arsenal Bisa Raih Trofi

Puncaknya terjadi di masa injury time ketika pemain pengganti Chelsea, Alejandro Garnacho, melepaskan umpan silang melengkung yang tampaknya akan bersarang di pojok gawang. 

Namun, Raya terbang menghalau bola dengan satu tangan, sebuah penyelamatan yang menurut Arteta menjadi penentu hidup dan mati timnya malam itu.

“David adalah salah satu pemimpin kami dan dia adalah seorang penjaga gawang yang tahu bagaimana menjaga fokusnya dan menentukan jalannya pertandingan sepak bola ketika dibutuhkan,” kata Arteta. “Terkadang dia sama sekali tidak terlibat dan kemudian dalam satu aksi Anda harus berada di sana, dan itu sangat sulit dilakukan.

“Penyelamatan di aksi terakhir, itu adalah umpan silang [dari Garnacho], bukan tembakan, tetapi akhirnya menjadi tembakan yang luar biasa. Jantung saya hampir berhenti, tetapi tangan David ada di sana untuk menghidupkannya kembali.”

Rekor Set-Piece dan Gagal Mendominasi

Kemenangan ini membawa Arsenal menyamai rekor gol terbanyak dari sepak pojok dalam satu musim Premier League (16 gol). Bagi Arteta, efisiensi dari bola mati adalah kunci, namun ia mengakui timnya kehilangan kendali permainan meski unggul jumlah pemain.

“Setelah kami memulai pertandingan dengan sangat baik, babak pertama sangat, sangat dominan. Saya pikir selisih dan skor seharusnya lebih besar. Tapi kami hanya 1-1, jadi pertandingan masih berlanjut. Saya mengingatkan mereka bahwa kami berada di posisi yang sama persis melawan Spurs tujuh hari yang lalu di ruang ganti itu. Mereka berkata, lihat apa yang terjadi di babak kedua, jadi kami akan melakukannya lagi,” tegas Arteta.

“Tapi mungkin kami harus melewati beberapa momen sulit untuk meraih kemenangan. Kami tentu saja berhasil melakukannya. Kami memanfaatkan momen untuk mencetak gol kedua dan setelah kartu merah, kami semua mengharapkan hasil yang sangat berbeda di beberapa menit terakhir. Tapi kami tidak berhasil mengendalikan dan mendominasi situasi itu sebaik yang kami inginkan. Selain itu, Chelsea melakukan beberapa hal yang sangat, sangat bagus di periode itu dan kami membutuhkan David untuk memenangkan pertandingan bagi kami.”

Baca juga: Desak Arsenal Bidik Quadruple, Saka: Jangan Hanya Terpaku pada Premier League

Perburuan Gelar Semakin Sengit

Dengan kemenangan ini, Arsenal kini mengoleksi 65 poin, menjaga jarak aman lima poin dari kejaran Manchester City, meski skuad asuhan Pep Guardiola masih mengantongi satu pertandingan. 

Bagi Chelsea asuhan Liam Rosenior, kekalahan ini membuat mereka tertahan di posisi ke-6, meski penampilan gigih mereka dengan 10 pemain sempat membuat seisi Emirates Stadium berkeringat dingin.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!