Kembali ke Lapangan Hijau, Pogba Buka Suara usai Debut dengan Monaco
Setelah menanti selama 811 hari yang penuh drama, skorsing doping, dan cedera, Paul Pogba akhirnya kembali ke lapangan hijau. Debut pertamanya untuk AS Monaco pada Minggu (23/11), saat timnya kalah telak 4-1 dari Rennes di Ligue 1, diwarnai oleh emosi yang campur aduk, di mana ia mengungkapkan perasaan lega sekaligus kecewa atas kekalahan tim.
Pogba masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-85, mengambil alih posisi Mamadou Coulibaly, di saat Monaco sudah tertinggal empat gol dan bermain dengan 10 pemain setelah Denis Zakaria diusir wasit. Meskipun hasilnya pahit, momen kembalinya sang juara dunia itu disambut meriah dari para penonton di Roazhon Park.
Kehancuran di Tengah Kebahagiaan
Usai pertandingan, Pogba tidak dapat menyembunyikan kontradiksi emosional yang ia rasakan. Ia mengaku sangat gembira bisa kembali bermain setelah absen selama lebih dari dua tahun, tetapi kekalahan telak timnya membuat kebahagiaan pribadinya terasa hampa.
"Sambutannya sangat menyentuh saya. Melihat penonton berdiri dan bertepuk tangan, saya tidak menyangka akan seperti ini. Terima kasih banyak kepada para penggemar yang telah mendukung saya secara pribadi,” katanya.
Baca juga: Paul Pogba Bermimpi Kembali ke Timnas Prancis
"Rasanya menyenangkan, saya ingin memberikan energi positif, tidak kebobolan, menikmati diri sendiri, sudah lama sekali. Saya lega bisa kembali bermain sepak bola, olahraga yang paling saya cintai di dunia.”
Namun, di sisi lain, ia menegaskan bahwa statusnya kini adalah pemain Monaco, dan kekalahan adalah hal yang sulit diterima.
“Saya kecewa kalah dalam pertandingan ini. Ini kembalinya Paul Pogba, tapi saya bermain untuk Monaco, dan saya tidak suka kalah. Di satu sisi, saya sangat senang, tapi di sisi lain, saya kecewa dengan hasil dan apa yang kami lakukan di lapangan,” tambahnya.
Pekerjaan Rumah Bagi POgba
Meskipun singkat, data menunjukkan Pogba masih mempertahankan sentuhan teknisnya. Dalam lima menit waktu normal dan tambahan waktu, ia mencatatkan 17 sentuhan dan menyelesaikan 14 umpan dari 15 percobaan. Dalam hal pertahanan, ia mencatat dua kali ball recoveries dan satu kali intersepsi.
Namun, Pogba juga realistis mengenai kondisi fisiknya. Setelah absen yang sangat lama, ia tahu bahwa ada pekerjaan rumah besar yang menanti di depan.
“Masih banyak yang harus dilakukan untuk kembali bugar sepenuhnya,” tegasnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kembalinya ia ke performa puncak, yang merupakan syarat mutlak untuk kembali ke skuad Prancis menjelang Piala Dunia 2026, membutuhkan waktu.
Baca juga: Pogba Resmi Gabung AS Monaco usai Jalani Hukuman Doping
Tekad dan Kepentingan Klub
Pernyataan Pogba juga kembali menekankan ambisi tim nasionalnya. Ia menyadari betul bahwa tidak ada ruang untuk kegagalan di Monaco jika ia ingin kembali dipercaya Didier Deschamps.
"Masih jauh. Saat ini, saya benar-benar fokus untuk kembali bugar, benar-benar kembali bugar untuk membantu tim. Jika saya tidak bugar, jika saya bermain buruk, jika saya tidak tampil di Monaco, maka tim nasional Prancis tidak mungkin. Jadi, masih sangat, sangat jauh, dan untuk saat ini, saya hanya memikirkan Monaco," jawab Pogba.
Debut ini, meskipun berakhir dengan kekalahan tim, adalah babak baru yang sangat dinantikan dalam karier Paul Pogba. Kini, fokusnya beralih dari sekadar kembali bermain menjadi menstabilkan penampilannya di Monaco dan membuktikan bahwa ia masih layak disebut sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia.