Penyerang Tottenham Hotspur, Dominic Solanke, angkat bicara mengenai performa buruk timnya saat dihancurkan Atletico Madrid 2-5 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada tengah pekan lalu. Menurutnya, kehancuran total yang dialami Spurs di awal laga merupakan kejadian yang sangat langka yang sulit dijelaskan dengan akal sehat.

Berbicara kepada Sky Sports menjelang laga krusial akhir pekan ini, Solanke menegaskan bahwa rentetan kesalahan individu yang terjadi di Stadion Metropolitano bukanlah sesuatu yang bisa diprediksi atau dipersiapkan dalam sesi latihan mana pun.

Bencana di 20 Menit Pertama

Tottenham mengalami mimpi buruk setelah kebobolan tiga gol hanya dalam kurun waktu 15 menit pertama. 

Petaka dimulai saat kiper muda Antonin Kinsky melakukan kesalahan fatal yang berujung gol Marcos Llorente. Tak lama berselang, Micky van de Ven terpeleset dan membiarkan Antoine Griezmann menggandakan keunggulan, sebelum blunder kedua Kinsky membuat Julian Alvarez mencetak gol ketiga.

Baca juga: Tudor Dikritik Tajam Usai, Dituduh Permalukan Kinsky usai Spurs Dibantai Atletico

"Jelas 20 menit pertama sangat sulit, keadaan yang sangat sulit yang jarang terjadi," kata Solanke. 

"Anda tidak pernah mempersiapkan diri untuk hal seperti itu. Anda mempersiapkan diri sepanjang minggu untuk menghadapi pertandingan, memiliki rencana permainan, dan kemudian hal-hal seperti itu bisa terjadi, yang jarang terjadi.

"Itu memberi kami sedikit tantangan, tetapi saya pikir secara keseluruhan, kami mencoba mengambil beberapa hal positif. Kami tahu kami masih memiliki pertandingan lain."

Meskipun Spurs sempat mencoba bangkit melalui gol Pedro Porro dan Solanke sendiri di babak kedua, kerusakan yang sudah terjadi terlalu besar untuk diperbaiki sepenuhnya.

Tekanan di Pundak Igor Tudor

Kekalahan telak ini semakin memojokkan manajer interim Igor Tudor. Keputusannya menarik keluar Kinsky pada menit ke-17 menjadi sorotan tajam, meski Tudor berdalih hal itu dilakukan untuk melindungi sang kiper muda dari tekanan lebih lanjut.

Di bawah asuhan Tudor, Tottenham kini mencatatkan rekor buruk dengan menelan empat kekalahan beruntun. Kondisi ini membuat Spurs berada dalam posisi terjepit: hampir tersingkir dari Eropa dan terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Meskipun begitu, Tudor tetap akan memimpin pertandingan tandang hari Minggu melawan mantan klub Solanke, Liverpool, di mana Tottenham akan sangat ingin menghindari kekalahan ketujuh berturut-turut di semua kompetisi.

Baca juga: Tudor Bela Keputusan Tarik Keluar Kinsky di Menit ke-17 usai Lakukan Dua Blunder

Harapan di Leg Kedua

Meski tertinggal defisit tiga gol, Solanke menolak untuk menyerah sebelum leg kedua digelar di London pekan depan. 

"Kami tampil sangat baik di Liga Champions tahun ini, tetapi kami tahu kami belum cukup baik di liga," ujar Solanke. 

"Sulit untuk menentukan penyebabnya, hanya mengubah satu hal. Saya pikir kita perlu menjadi lebih baik di setiap lini. Kami berusaha untuk tetap positif dan ingin mengubah keadaan."

Sebelum fokus kembali ke Liga Champions, Solanke dan rekan-rekannya harus menghadapi ujian berat lainnya melawan mantan klubnya, Liverpool, pada hari Minggu. Laga tersebut akan menjadi pembuktian apakah Spurs bisa bangkit dari kejadian langka di Madrid atau justru semakin tenggelam dalam krisis.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!