Singkirkan Inter Milan di San Siro, Bodo/Glimt Tembus 16 Besar UCL
Sejarah baru saja tercipta di panggung tertinggi Eropa. Klub asal Norwegia, Bodo/Glimt, secara spektakuler berhasil menumbangkan raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor 2–1 di kandangnya yang ikonik, San Siro, pada Rabu dini hari tadi.
Kemenangan heroik di leg kedua babak knockout play-off ini memastikan Bodo/Glimt melaju ke babak 16 besar UEFA Champions League 2025/26 dengan agregat telak 5–2. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi, sekaligus menjadikan mereka tim Norwegia pertama yang memenangkan babak gugur Liga Champions sejak format baru diperkenalkan.
Pertahanan Baja dan Ketangguhan Haikin
Inter Milan, yang tertinggal 3–1 dari leg pertama, langsung menggempur pertahanan tim tamu sejak peluit pertama. Tanpa kapten Lautaro Martinez yang cedera, beban gol ditaruh pada Marcus Thuram dan Pio Esposito.
Baca juga: Knutsen Balas Kritik Inter Soal Lapangan, "Man City Saja Tak Mengeluh"
Inter mendominasi penguasaan bola hingga 71% dan melepaskan 30 tembakan sepanjang laga.
Namun, penampilan gemilang kiper Bodo/Glimt, Nikita Haikin, menjadi tembok penghalang yang frustrasi bagi I Nerazzurri. Haikin berkali-kali menepis sundulan Davide Frattesi dan tendangan jarak jauh Federico Dimarco, memaksa babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Mimpi Buruk Manuel Akanji
Bencana bagi tuan rumah dimulai pada menit ke-58. Bek Inter, Manuel Akanji, melakukan kesalahan fatal saat memberikan operan ke belakang yang terlalu lemah.
Bola berhasil direbut oleh Ole Didrik Blomberg yang kemudian melepaskan tembakan. Meski sempat ditepis Yann Sommer, bola muntah langsung disambar oleh Jens Petter Hauge untuk mengubah skor menjadi 1–0. Gol tersebut meruntuhkan mental Inter.
Di tengah upaya mereka mengejar ketertinggalan, Bodo/Glimt justru kembali menghukum lewat serangan balik kilat di menit ke-72. Menerima umpan terobosan cerdik dari Hauge, Hakon Evjen melepaskan tendangan kaki kiri akurat yang bersarang di pojok gawang Sommer.
Inter hanya mampu mencetak satu gol hiburan pada menit ke-76 melalui sundulan Alessandro Bastoni memanfaatkan situasi sepak pojok. Meski terus menekan hingga masa injury time, pertahanan disiplin asuhan Kjetil Knutsen tetap tak tergoyahkan hingga akhir laga.
Baca juga: Chivu Pede Inter Comeback, Minta Skuad Tampil Tenang Lawan Bodo/Glimt
Menanti Tantangan dari City dan Sporting
Dengan hasil ini, Bodo/Glimt menjadi tim kejutan paling menakutkan musim ini setelah sebelumnya juga berhasil mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid.
Di babak 16 besar, mereka dijadwalkan akan kembali berhadapan dengan salah satu kandidat juara, kemungkinan besar Manchester City atau Sporting CP.
Bagi Inter Milan, kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia. Skuad asuhan Cristian Chivu kini harus mengalihkan fokus sepenuhnya ke perburuan gelar Serie A, di mana mereka masih memimpin klasemen dengan keunggulan 10 poin.