Ketegangan antara Bodo/Glimt dan Inter Milan semakin memanas menjelang laga leg kedua playoff Champions League di San Siro. Pelatih kepala Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, secara terbuka mencibir keluhan pihak Inter Milan mengenai kualitas lapangan rumput sintetis di Aspmyra Stadion yang dituding sebagai penyebab kekalahan 1-3 sang raksasa Italia pekan lalu.

Inter telah mengeluhkan kondisi lapangan sintetis milik Bodo/Glimt bahkan sebelum pertandingan pekan lalu. Pemimpin klasemen Serie A itu tidak hanya kalah dalam pertandingan pekan lalu, tetapi juga kehilangan kapten dan pencetak gol terbanyak mereka, Lautaro Martinez, mengalami cedera otot yang akan membuatnya absen selama sebulan.

Perbandingan dengan Man City

Dalam konferensi persnya, Knutsen tidak menahan diri untuk menyindir mentalitas sang raksasa Serie A. 

Ia merujuk pada kemenangan mengejutkan timnya atas Manchester City di fase liga, di mana tim asuhan Pep Guardiola pulang dengan kekalahan namun tetap menunjukkan sportivitas tinggi.

Baca juga: Chivu Sebut Lapangan Sintetis Jadi Kendala, Tapi Bukan Alasan Kekalahan Inter

“Tidak ada yang bisa saya lakukan tentang itu. Kita hanya perlu fokus pada apa yang bisa kita kendalikan,” kata Knutsen.

Knutsen menegaskan bahwa fokus Inter seharusnya pada performa taktis timnya yang disiplin, bukan pada infrastruktur stadion.

“City bahkan tidak menyebutkan lapangan, dan kami juga tidak terbiasa dengan lapangan San Siro. Saya tetap fokus pada hal lain. Bagi saya, tidak bijak untuk membicarakan konteks lain yang tidak berkaitan dengan sepak bola, tetapi apa yang dilakukan orang lain tidak penting bagi saya,” tambahnya.

Pujian dari Klopp

Bodo/Glimt memang telah menjelma menjadi momok menakutkan bagi tim-tim besar Eropa saat bertandang ke lingkaran Arktik. Selain Man City, Atletico Madrid juga pernah merasakan pahitnya kekalahan di Aspmyra musim ini.

Baca juga: Bodo/Glimt Lolos ke Babak Playoff usai Permalukan Atletico 2-1

Kemenangan tersebut bahkan mendapatkan pujian dari eks pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. “Klopp adalah pria dan pelatih hebat, saya senang dengan pujiannya, tetapi saya memikirkan Bodo/Glimt,” kata Knutsen.

“Saya ingin para pemain fokus pada pertandingan, dan saya juga harus melakukan hal yang sama.”

Komentar Knutsen ini diyakini sebagai bagian dari perang urat syaraf sebelum mereka menginjakkan kaki di Milan. Dengan keunggulan dua gol, pelatih asal Norwegia itu ingin memastikan mentalitas anak asuhnya tidak goyah oleh tekanan nama besar Inter di San Siro.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!