Arsenal mengukir sejarah baru di panggung Eropa setelah menaklukkan raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor telak 3-1 di Stadion San Siro. Kemenangan pada Rabu (21/1) dini hari WIB ini tidak hanya memastikan tiket otomatis The Gunners ke babak 16 besar Liga Champions 2025-26, tetapi juga menandai tujuh kemenangan beruntun di kompetisi UEFA, rekor terlama dalam 140 tahun sejarah klub.

Mikel Arteta melakukan perjudian besar dengan membuat tujuh perubahan pada susunan pemainnya dari laga melawan Nottingham Forest yang berakhir imbang di Premier League, termasuk membangkucadangkan Viktor Gyokeres demi memberi kesempatan kepada Gabriel Jesus. Keputusan tersebut terbukti berbuah manis.

Malam Impian Gabriel Jesus

Penyerang asal Brasil itu hanya butuh sembilan menit untuk membungkam publik Milan. Memanfaatkan bola hasil tembakan Jurrien Timber yang tak sempurna, Jesus melepaskan sontekan instan yang gagal diantisipasi Yann Sommer. 

Gol ini menjadi pelepas dahaga bagi Jesus yang sudah absen mencetak gol di Liga Champions selama lebih dari dua tahun pasca cedera panjang.

Baca juga: Balas Dendam di San Siro: Arteta Tantang Arsenal Buktikan Level Baru Kontra Inter

Tuan rumah sempat memberikan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-17. Gelandang muda Petar Sucic melepaskan tembakan keras yang sempat membentur tumit Martin Zubimendi sebelum bersarang di pojok gawang David Raya.

Namun, Arsenal yang tampil dengan disiplin taktik tinggi kembali unggul pada menit ke-30 dan menunjukkan keahlian mereka dari sepakan penjuru. Berawal dari sepak pojok Bukayo Saka, Leandro Trossard mengirimkan umpan sundulan yang diselesaikan dengan tandukan mematikan oleh Jesus di tiang jauh.

Gyokeres Segel Kemenangan

Di babak kedua, Inter mencoba meningkatkan tekanan dengan memasukkan tenaga baru seperti Pio Esposito. Namun, kokohnya duet William Saliba dan Cristhian Mosquera, serta Gabriel Magalhaes yang masuk di babak kedua di jantung pertahanan Arsenal membuat peluang Lautaro Martinez dan Marcus Thuram mentah di tengah jalan.

Pemain pengganti, Viktor Gyokeres, akhirnya menyegel kemenangan pada menit ke-83. Menerima umpan panjang dari Gabriel Martinelli, penyerang yang tengah naik daun itu menunjukkan ketenangannya dengan menaklukkan Sommer lewat tendangan terukur dari luar kotak penalti.

Baca juga: Pio Esposito Jadi Pahlawan, Inter Milan Menang Tipis 1-0 atas Lecce

Arsenal Membuat Sejarah

Kemenangan ini menempatkan Arsenal kokoh di puncak klasemen fase liga dengan poin sempurna, 21 poin dari tujuh laga. Tambahan tiga poin ini juga memastikan tim asal London Utara ini menempati dua posisi teratas dan mendapatkan keuntungan dari hasil undian di babak gugur.

Mikel Arteta pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa skuad pelapisnya.

“Saya rasa kami luar biasa, Anda tidak bisa menang di San Siro dengan cara seperti yang telah kami lakukan,” kata Arteta.

“Kami sangat bangga, bukan hanya untuk pertandingan malam ini, tetapi juga atas apa yang telah kami lakukan di kompetisi sejauh ini dalam tujuh pertandingan. Dengan satu pertandingan tersisa, berada di posisi yang kami inginkan adalah hadiah besar bagi tim, karena kami tahu betapa sulitnya, dan malam ini adalah ujian.”

“Mungkin kami tidak membutuhkan poin sebanyak itu, tetapi kami benar-benar memiliki semangat dan keinginan untuk datang ke tempat seperti ini, melawan tim papan atas, dan membuktikan siapa kami dan apa yang dapat kami lakukan. Saya sangat senang dengan apa yang telah saya lihat.”

Sebaliknya, kekalahan ini membuat Inter Milan tertahan di posisi ke-9  dengan 12 poin dan harus berjuang keras di laga terakhir melawan Borussia Dortmund untuk menghindari babak play-off.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!