Malam ini, Stadio San Siro kembali menjadi panggung bagi salah satu rivalitas taktis di Eropa saat Arsenal bertandang ke markas Inter Milan. Bagi Mikel Arteta, laga ini bukan sekadar perebutan poin di fase liga Champions League 2025/26, melainkan sebuah tolok ukur untuk membuktikan seberapa jauh The Gunners telah berkembang dalam setahun terakhir.

Satu tahun yang lalu, di stadion yang sama, Arsenal menelan satu-satunya kekalahan mereka di fase liga setelah takluk 1-0 akibat penalti Hakan Calhanoglu. Kekalahan itu menjadi satu-satunya noda dalam perjalanan mereka yang hampir sempurna, dan kini Arteta ingin timnya menunjukkan wajah yang berbeda.

Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

Arsenal datang ke Milan dengan rekor yang jauh lebih mengesankan musim ini. Memimpin klasemen dengan poin sempurna (18 poin dari 6 laga), Bukayo Saka dkk. menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di kompetisi ini. 

Namun, memori kekalahan tipis tahun lalu masih membekas di benak sang manajer.

Baca juga: Arteta Minta Lebih dari Gyökeres Usai Akhiri Puasa Gol Lawan Chelsea

Inter, yang merupakan runner-up di Liga Champions dan Serie A musim lalu, saat ini berada di puncak klasemen liga Italia bersama manajer baru Cristian Chivu. Di sisi lain, Arsenal juga memimpin klasemen Premier League menjadi runner-up di liga selama tiga musim terakhir.

“Konteksnya sangat mirip dengan tahun lalu, namun posisi kedua tim saat ini sedikit berbeda. “Manajernya juga baru,” kata Arteta, dikutip dari situs resmi Arsenal.

“Saya rasa dia telah memberikan beberapa hal yang membentuk identitas dan cara bermain mereka. Tapi jelas kita tahu mereka adalah tim yang sangat kompetitif, tim yang mendominasi liga dan lawan yang sangat tangguh.”

Rotasi di Tengah Jadwal Padat

Meski berambisi membalas dendam, Arteta dihadapkan pada dilema pemilihan pemain. Setelah hasil imbang 0-0 yang mengecewakan melawan Nottingham Forest akhir pekan lalu, Arsenal kini harus bersiap menghadapi laga krusial melawan Manchester United di Premier League pada hari Minggu nanti.

Tentang apa yang harus dilakukan Arsenal secara berbeda saat melawan Inter kali ini, Arteta menjelaskan, “Mereka tim yang tertutup, agak agresif. Di fase pertama, mereka agresif. Saat kehilangan bola, mereka lebih agresif untuk merebutnya kembali.”

“Kemudian mereka memiliki bakat, kemampuan, dan mentalitas. Kita akan lihat bagaimana pertandingan besok. Kami sangat jelas tentang apa yang harus kami lakukan untuk memainkan permainan yang kami inginkan, dan kemudian Anda pantas mendapatkannya.”

“Itu harus terjadi ketika kami memiliki kesempatan untuk mencetak gol, dan kemudian mendominasi hal-hal ini, yang sangat penting.”

Baca juga: Carabao Cup: Arsenal Bungkam Chelsea 3-2 pada Leg Pertama Semifinal

Pertandingan Penting

Di sisi lain, Inter Milan yang kini dilatih oleh Cristian Chivu juga sedang mencari momentum. Meski mendominasi Serie A, Nerazzurri baru saja menelan dua kekalahan beruntun di Champions League. 

Tanpa kehadiran Hakan Calhanoglu dan Denzel Dumfries yang cedera, Inter akan sangat mengandalkan ketajaman Lautaro Martinez untuk membongkar pertahanan Arsenal yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen musim ini.

Kemenangan bagi Arsenal tidak hanya akan mengamankan posisi mereka di puncak klasemen, tetapi juga akan mencetak sejarah baru sebagai rentetan kemenangan beruntun terlama klub di kompetisi tertinggi Eropa (tujuh kemenangan).

“Di Liga Champions, ketika Anda memiliki kesempatan untuk meraih sesuatu, Anda harus merebutnya,” ucapnya. “Besok kita benar-benar harus berjuang keras melawan tim papan atas.”

“[Finis di delapan besar] sangat penting, kita tahu itu, dan jika kita menang besok, kita tahu itu akan terjadi. Jadi, mari kita wujudkan.”

“Kita terus mengelabui para pemain – mengatakan pertandingan berikutnya adalah [pertandingan] terpenting musim ini, dan kemudian tiga hari kemudian sama saja! Itulah tuntutan, itulah harapan yang kita miliki, itulah standar yang telah kita tetapkan sebagai tim dan sebagai klub, dan kita menjalaninya, dengan sukacita, dengan antusiasme dan dengan banyak energi.”

“Jadi, jalani pertandingan demi pertandingan dan nikmati perjalanan yang kita lalui, karena ini luar biasa. Berjuanglah di setiap pertandingan dan mari kita lihat apa yang akan terjadi di pertandingan berikutnya.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!