Estádio da Luz kembali menjadi saksi bisu kebesaran Real Madrid, namun kali ini kemenangan mereka dibalut dengan tensi tinggi dan kontroversi yang memicu dihentikannya pertandingan. Gol tunggal Vinícius Júnior pada menit ke-50 memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Los Blancos atas Benfica dalam laga leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025-26, Rabu (18/2) dini hari WIB.

Kemenangan ini menjadi pembalasan manis bagi skuat asuhan Álvaro Arbeloa setelah kekalahan memalukan 2-4 di tempat yang sama pada fase liga bulan lalu. Namun, tajuk utama malam ini bukan sekadar skor akhir, melainkan drama rasisme yang sempat melumpuhkan jalannya laga selama lebih dari 10 menit.

Momen Magis Vinícius dan Insiden Prestianni

Setelah babak pertama yang berakhir tanpa gol, Real Madrid langsung menancap gas di awal paruh kedua. Pada menit ke-49, Kylian Mbappé yang baru kembali dari cedera mengirimkan umpan presisi kepada Vinícius di sisi kiri. 

Baca juga: Vinícius Kecam Insiden Rasis Setelah Kemenangan Real Madrid di Lisbon Ternoda

Pemain asal Brasil itu melakukan manuver ke dalam sebelum melepaskan sepakan melengkung yang bersarang telak di pojok gawang Anatoliy Trubin.

Kegembiraan Madrid seketika berubah menjadi ketegangan. Saat merayakan golnya di dekat bendera sudut, Vinícius terlibat adu mulut dengan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni. 

Sang pemain sayap Madrid segera melaporkan adanya dugaan penghinaan rasis dari pemain lawan kepada wasit François Letexier.

Sesuai dengan protokol anti-rasisme UEFA, Letexier menghentikan pertandingan sementara. Suasana kian panas di pinggir lapangan saat staf pelatih Benfica dan Madrid saling beradu argumen, memaksa José Mourinho dan Álvaro Arbeloa turun tangan untuk menenangkan situasi. 

Setelah penundaan yang memakan waktu lebih dari 10 menit dan peringatan melalui pengeras suara stadion, laga akhirnya dilanjutkan.

"Sungguh tak dapat dipercaya bahwa, dengan puluhan kamera di stadion, tidak satu pun yang dapat menangkap hinaan rasial (Prestianni), tetapi jika Anda menutup mulut saat mengatakan sesuatu, itu menunjukkan banyak hal," kata kapten Real Madrid, Federico Valverde kepada Movistar Plus.

"Menurut rekan-rekan setim saya yang berada di dekat saya, mereka mendengar sesuatu yang sangat buruk. Banyak orang telah berjuang melawan rasisme dalam sepak bola, Vinicius adalah salah satunya. Saya bangga padanya dan permainannya yang hebat."

Prestianni membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pemain Brasil itu salah dengar.

"Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid," tulisnya di akun Instagram-nya.

Baca juga: Mbappé Sebut Prestianni Tak Pantas Main di Liga Champions usai Tuduhan Rasisme

Mourinho Diusir, Madrid Bertahan

Benfica mencoba membalas melalui Vangelis Pavlidis di lini depan, namun barisan pertahanan Madrid yang dipimpin Antonio Rüdiger tampil disiplin. Frustrasi tuan rumah memuncak di menit-menit akhir.

Pada menit ke-85, José Mourinho melayangkan protes keras setelah Vinícius tidak diberikan kartu kuning kedua pasca pelanggaran terhadap Richard Ríos. Protes berlebihan tersebut membuat wasit Letexier mengeluarkan kartu merah untuk The Special One, yang terpaksa menyaksikan sisa laga dari bangku penonton.

Dengan keunggulan satu gol dan clean sheet di tangan, Real Madrid berada di posisi yang sangat menguntungkan jelang leg kedua di Santiago Bernabéu pada 26 Februari mendatang. Sementara itu, Benfica harus tampil tanpa dampingan Mourinho di pinggir lapangan untuk membalikkan keadaan di Madrid.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!