Arteta Desak Arsenal Belajar dari Pengalaman Musim Lalu Saat Hadapi Leverkusen
Mikel Arteta telah meminta para pemain Arsenal untuk memanfaatkan pengalaman dari perjalanan mereka ke semifinal Liga Champions musim lalu sebagai senjata utama saat menghadapi Bayer Leverkusen. The Gunners akan bertamu ke BayArena pada Kamis dini hari WIB (12/3) dalam laga leg pertama babak 16 besar yang diprediksi akan berlangsung sengit.
Arsenal tiba di Jerman dengan status unggulan setelah mencatatkan rekor sempurna delapan kemenangan dari delapan laga di fase liga musim ini. Namun, bagi Arteta, statistik tersebut tidak berarti apa-apa jika timnya tidak mampu mengelola tekanan di fase gugur.
Pengalaman di Panggung Eropa
Musim 2024-25 menjadi tonggak sejarah baru bagi Arsenal di bawah asuhan Arteta, di mana mereka berhasil menembus babak empat besar Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 16 tahun sebelum akhirnya disingkirkan oleh Paris Saint-Germain.
Baca juga: Arteta Tak Peduli Cemoohan Hürzeler Usai Arsenal Tekuk Brighton
Pengalaman menghadapi lawan-lawan berat seperti Atletico Madrid dan Bayern Munich di musim ini dianggap sebagai modal tak ternilai bagi skuat yang kini semakin matang.
"Mereka jelas memiliki lebih banyak pengalaman dalam kompetisi ini," kata Arteta ketika ditanya apakah mereka lebih siap musim ini.
"Ketika saya bergabung, ada sebagian besar tim yang belum pernah bermain di kompetisi ini. Itu jelas sesuatu yang diperlukan, seperti di kompetisi lainnya, dan mereka lebih memahaminya.
"Sekarang kita harus tampil. Saya tahu bahwa Anda harus sangat jelas tentang apa yang akan dituntut oleh pertandingan, Anda perlu tampil pada hari itu.
"Liga Champions adalah tentang hari itu, dan dalam hari itu, ada momen-momen tertentu, dan Anda harus lebih baik dari lawan."
Kepulangan Emosional Kai Havertz
Laga ini juga menjadi momen spesial bagi Kai Havertz. Penyerang asal Jerman tersebut kembali ke klub tempat ia meniti karier profesionalnya setelah pulih dari cedera lutut panjang yang sempat mengganggunya di awal musim.
Havertz diprediksi akan memimpin lini depan Arsenal bersama penyerang tajam asal Swedia, Viktor Gyökeres.
“Saya rasa ini luar biasa,” ujar Havertz. “Saya rasa saya sudah melihat banyak wajah yang familiar dan tentunya banyak kenangan yang muncul, terutama bagi saya, bermain untuk Arsenal, bermain untuk klub ini.
“Kembali ke klub masa kecil saya sungguh luar biasa dan saya tidak sabar menunggu pertandingan ini.”
Baca juga: Gol Tunggal Saka Kalahkan Brighton 1-0, Arsenal Perlebar Jarak 7 Poin
Kans Raih Quadruple
Di sisi lain, Bayer Leverkusen yang kini dilatih oleh Kasper Hjulmand sedang berupaya mengembalikan konsistensi mereka. Meski sempat terseok-seok di kompetisi domestik, Die Werkself tetap merupakan ancaman nyata, terutama melalui kreativitas Alejandro Grimaldo di sisi kiri dan ancaman bola mati yang mematikan.
Dengan ambisi mengejar quadruple bersejarah musim ini, kemenangan di BayArena akan menjadi pernyataan tegas bahwa Arsenal bukan lagi sekadar pelengkap di kompetisi elit Eropa, melainkan penantang gelar yang sesungguhnya.
"Saya tidak menggunakan frasa itu [quadruple]," tambah Arteta. "Saya tidak tahu mengapa mereka membicarakannya ketika saya tidak ada di sana.
"Tetapi kita semua tahu kesulitan setiap kompetisi. Mulai besok, kita akan berganti dari satu kompetisi ke kompetisi lain setiap tiga hari, dan sejauh ini kita telah melakukannya dengan sangat baik, dan kita perlu terus melakukan itu.
"Saya hidup di masa kini, dan saya mempersiapkan diri untuk apa yang saya harapkan dan apa yang saya rasakan setiap hari dengan optimisme. Mengerahkan semua yang saya miliki, dan mencoba untuk menularkan dan menginspirasi para pemain untuk merasakan hal yang sama.
"Dan inilah sepak bola. Kita harus melakukannya. Ada banyak yang harus dilakukan. Ada banyak yang telah kita lakukan, tetapi bagian pentingnya akan datang sekarang, dan itu dimulai besok."