Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih interim Fenerbahce, Dirk Kuyt, memberikan pujian kepada para pemainnya setelah berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-2 dalam lanjutan Liga Champions 2026-27. Ia secara khusus menyoroti intensitas permainan, energi, dan semangat pantang menyerah yang diperlihatkan timnya setelah dua kali tertinggal di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan di Sukru Saracoglu Stadium, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, terasa istimewa bagi Kuyt karena Liverpool merupakan mantan klub yang pernah dibelanya selama enam tahun, dari 2006 hingga 2012. Vedat Muriqi menjadi pahlawan Fenerbahce setelah mencetak gol kemenangan pada menit ke-79.
Kuyt mengaku sangat bahagia dengan respons para pemainnya. Menurut mantan penyerang timnas Belanda tersebut, tidak banyak pihak yang memperkirakan Fenerbahce mampu mengalahkan Liverpool, terutama setelah melihat kualitas skuad yang dimiliki tim tamu.
"Saya sangat bahagia dengan seluruh pemain dan semua orang yang terlibat. Kami menciptakan sebuah keajaiban malam ini karena saya rasa tidak banyak orang yang memperkirakan kami bisa mengalahkan Liverpool," ujar Kuyt setelah pertandingan.
Baca juga: Dua Kali Kehilangan Keunggulan, Liverpool Tumbang 2-3 dari Fenerbahce
Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar keberuntungan. Fenerbahce mampu menciptakan sejumlah peluang, terus memberikan tekanan, dan mempertahankan intensitas permainan meskipun dua kali harus mengejar ketertinggalan.
"Kami sudah mengatakan sebelum pertandingan bahwa kami memiliki kesempatan. Kemenangan ini tidak mudah, tetapi juga bukan karena keberuntungan. Pada akhirnya, kami pantas mendapatkannya. Kami menciptakan banyak peluang, terus menekan, dan tidak berhenti berjuang menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa," lanjutnya.
Hubungan emosional Kuyt dengan Liverpool turut memberikan warna tersendiri dalam pertandingan tersebut. Ia pernah tampil lebih dari 200 kali bersama The Reds dan menjadi bagian dari skuad yang mencapai final Liga Champions 2007.
Kuyt mengungkapkan bahwa pengalaman bersama Liverpool mengajarkannya pentingnya kebersamaan dan keyakinan untuk tidak menyerah dalam situasi sulit. Nilai-nilai tersebut kemudian ia coba tanamkan kepada para pemain Fenerbahce menjelang pertandingan di Istanbul.
Baca juga: Iraola Murka Usai Liverpool Kalah dari Fenerbahce: 'Kami Kebobolan Gol-Gol Kacau'
"Kami mengatakan satu sama lain untuk tetap bersama, bersatu, dan terus percaya kepada diri sendiri. Itu merupakan sesuatu yang saya pelajari dari klub lain yang sangat berarti bagi saya, yaitu Liverpool, tim yang kami hadapi malam ini," ungkapnya.
Kemenangan atas Liverpool terasa semakin penting karena menjadi kemenangan pertama Fenerbahce di fase liga Liga Champions musim ini. Hasil tersebut juga mengakhiri catatan tanpa kemenangan mereka dalam 10 pertandingan di kompetisi tersebut.
Tambahan tiga poin membawa Fenerbahce mengoleksi lima poin dari empat pertandingan dan menempati posisi ke-19 klasemen sementara fase liga. Kuyt optimistis timnya memiliki peluang bagus untuk mengamankan tempat di babak play-off.
"Kami kembali berada dalam persaingan di kompetisi ini. Saya rasa masih banyak tim yang harus bermain malam ini, tetapi sekarang posisi kami memberikan kesempatan untuk lolos ke babak play-off. Saya pikir kami memiliki peluang besar untuk mencapai tahap tersebut," katanya.