Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, meminta para pemainnya tidak terlena setelah mencatat kemenangan fenomenal 9-1 atas Lens dalam matchday keempat fase liga Liga Champions 2026-27. Meski mengakui hasil tersebut sebagai malam istimewa bagi klub dan para pendukungnya, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa timnya harus tetap rendah hati dan menjaga konsistensi.
Como tampil luar biasa di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Anastasios Douvikas mencetak hat-trick, sementara Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli turut menyumbangkan gol. Ruben Aguilar mencetak satu-satunya gol untuk Lens.
Berbicara setelah pertandingan, Fabregas tidak menyembunyikan kebahagiaannya atas kemenangan besar tersebut. Ia mengakui bahwa hampir semua hal berjalan sesuai keinginan Como, sehingga para pemain pantas menikmati hasil kerja keras mereka.
“Ini juga merupakan pertandingan Liga Champions keempat kami sepanjang sejarah, jadi angka empat adalah kunci di sini,” kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.
Baca juga: Como Hancurkan Lens 9-1, Douvikas Cetak Hat-Trick dalam Kemenangan Bersejarah
“Saya senang; inilah sepak bola, dan segalanya berjalan sesuai keinginan kami. Para pemain tampil dengan baik. Sekarang, kami harus bersiap untuk pertandingan yang sangat penting pada hari Minggu—laga kesembilan dalam rangkaian pertandingan di antara jeda untuk tugas internasional.”
Namun, mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu segera mengingatkan skuadnya agar tidak menganggap kemenangan besar tersebut sebagai alasan untuk berpuas diri.
“Ini adalah malam yang luar biasa bagi Como, bagi seluruh penggemar kami, dan bagi banyak pemain muda di sini yang baru mengawali karier mereka. Namun, mereka harus tetap membumi, rendah hati, terus belajar, dan jangan berpikir bahwa segalanya akan selalu berjalan mulus ke depannya,” tambahnya.
“Mereka harus terus bekerja keras untuk mempertahankan performa seperti ini.”
Di tengah kegembiraan atas kemenangan 9-1, Fabregas ternyata masih memiliki satu hal yang mengganggunya, yakni gol hiburan Lens yang dicetak Ruben Aguilar pada menit ke-67.
Pelatih berusia 39 tahun tersebut mengaku kesal karena Como gagal mempertahankan clean sheet. Ia menilai timnya melakukan perubahan dalam pengaturan pertahanan sebelum gol tersebut tercipta.
Menariknya, Aguilar bukan sosok asing bagi Fabregas. Keduanya pernah bermain bersama di AS Monaco. Fabregas bahkan sempat bercanda dengan mantan rekan setimnya itu setelah pertandingan.
“Saya kesal dengan gol yang bersarang ke gawang kami, karena kami mengubah sesuatu dalam cara bertahan setelah melakukan tiga pergantian pemain,” aku Fabregas.
“Apalagi gol itu dicetak oleh mantan rekan setim saya, saya pernah bermain bersama Ruben Aguilar di Monaco, dan saya katakan kepadanya bahwa saya belum pernah melihat dia mencetak gol seperti itu sebelumnya! Sejujurnya, itu adalah gol yang luar biasa.”
Baca juga: Como 4-1 RB Leipzig: Debut Impresif Como di Liga Champions
Fabregas tidak ingin kemenangan atas Lens mengalihkan perhatian Como dari jadwal pertandingan berikutnya. Ia meminta para pemain menyelesaikan rangkaian pertandingan sebelum jeda internasional dengan hasil maksimal, termasuk menghadapi Inter Milan di Serie A pada Minggu, 8 November 2026.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti pentingnya memulihkan sejumlah pemain yang sedang mengalami cedera. Menurutnya, ketersediaan seluruh anggota skuad akan sangat penting untuk menjaga daya saing Como dalam beberapa bulan mendatang.
Kemenangan atas Lens membawa Como ke posisi keempat klasemen sementara dengan sembilan poin dari empat pertandingan. Hasil tersebut sekaligus menegaskan bahwa klub yang baru menjalani musim perdana di Liga Champions itu mampu bersaing dengan sejumlah tim elite Eropa.
Meski demikian, pesan Fabregas cukup jelas: kemenangan bersejarah di Prancis harus menjadi motivasi untuk terus berkembang, bukan alasan untuk merasa telah mencapai segalanya.