Juventus Kalah Telak 2-5 di Kandang Galatasaray
Juventus pulang dengan membawa luka mendalam dari RAMS Park setelah dibantai Galatasaray 2-5 pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions, Rabu dini hari WIB.
Sempat membalikkan keadaan di babak pertama, skuat asuhan Luciano Spalletti justru mengalami kolaps total di paruh kedua dalam salah satu malam paling kelam bagi sejarah Eropa Si Nyonya Tua.
Drama Babak Pertama
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi khas atmosfer Turki. Tuan rumah menyentak lebih dulu pada menit ke-15 lewat tendangan jarak jauh Gabriel Sara yang gagal dibendung Michele Di Gregorio. Namun, Juventus merespons dengan mentalitas juara yang sempat terlihat menjanjikan.
Hanya semenit berselang, Teun Koopmeiners menyamakan kedudukan setelah menyambar bola muntah hasil tepisan Ugurcan Cakir.
Baca juga: Montella Kunjungi Markas Juve, Sebut Kenan Yildiz Mirip Del Piero
Gelandang asal Belanda itu bahkan membawa Juventus berbalik unggul 2-1 pada menit ke-32 melalui sepakan keras dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan matang Weston McKennie. Juventus masuk ke ruang ganti dengan keunggulan, namun segalanya runtuh setelah jeda.
Runtuhnya Juventus dan Kartu Merah Cabal
Petaka dimulai saat bek utama Bremer harus ditarik keluar karena cedera, yang terbukti menjadi titik balik rapuhnya pertahanan Juve.
Empat menit setelah babak kedua dimulai, Noa Lang menyamakan skor menjadi 2-2, memanfaatkan bola liar hasil upaya Baris Alper Yilmaz.
Galatasaray yang mendapatkan momentum terus menggempur. Pada menit ke-60, bek Kolombia Davinson Sanchez membalikkan keadaan menjadi 3-2 melalui tandukan tajam menyambut bola mati kiriman Sara. Kondisi Juventus kian kritis ketika pemain pengganti Juan Cabal menerima kartu kuning kedua pada menit ke-67, memaksa tim tamu bermain dengan 10 orang.
Unggul jumlah pemain, tuan rumah mengamuk. Noa Lang mencetak gol keduanya pada menit ke-75 setelah keteledoran lini belakang Juve, sebelum pemain pengganti Sacha Boey menutup pesta gol di menit ke-86 melalui serangan balik cepat.
Baca juga: Haaland Buka Puasa Gol, Man City Lolos ke 16 Besar usai Kalahkan Galatasaray
Misi Mustahil di Turin
Kekalahan ini meninggalkan lubang besar yang harus ditambal Juventus pada leg kedua di Allianz Stadium pekan depan.
Defisit tiga gol tanpa kehadiran Bremer dan Cabal membuat langkah menuju babak 16 besar terasa seperti misi mustahil bagi Spalletti.
“Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba untuk kembali ke performa terbaik dan mengubah beberapa hal, tetapi karakter kami benar-benar menurun,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
“Tentu saja kami akan mencoba mendaki gunung itu, mencoba mengatur kebangkitan. Jelas, kami harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan atas keputusan yang kami ambil selama pertandingan.”