Penyerang Arsenal, Gabriel Jesus, mengaku tidak bisa membendung emosinya setelah menandai penampilan starter pertamanya di Liga Champions musim ini dengan performa gemilang. Pemain asal Brasil tersebut mencetak dua gol saat The Gunners mempecundangi Inter Milan 3-1 di Stadion San Siro yang ikonik pada Rabu dini hari WIB.

Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah Arsenal melaju ke babak 16 besar dengan rekor sempurna (tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan) membuat mereka kokoh di puncak klasemen fase liga.

Mimpi Masa Kecil yang Jadi Nyata

Bagi Jesus, mencetak gol di San Siro memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar angka di papan skor. 

Pemain berusia 28 tahun itu mengungkapkan bahwa ia tumbuh besar dengan menyaksikan kejayaan Serie A di televisi, dan bermain di stadion bersejarah tersebut adalah impian yang ia pendam sejak kecil.

Baca juga: Sejarah di San Siro: Dua Gol Jesus Bawa Arsenal Bungkam Inter Milan 3-1

"Ini adalah malam impian. Saya selalu bermimpi menjadi pesepakbola. Saat masih kecil, saya sering menonton Serie A, jadi berada di stadion ini dan mencetak gol di sini membuat mata saya berkaca-kaca karena saya selalu bermimpi berada di sini," ujar Jesus dengan nada emosional kepada Amazon Prime.

Jesus membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat sontekan tajam setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang. 

Meski Petar Sucic sempat menyamakan kedudukan bagi Inter, Jesus kembali membawa Arsenal unggul pada menit ke-31 lewat sundulan jarak dekat yang memanfaatkan kemelut dari sepak pojok.

Pembuktian Usai Cedera Panjang

Laga ini menjadi momen pembuktian bagi Jesus yang baru saja pulih sepenuhnya dari cedera ligamen lutut (ACL) yang membuatnya absen hampir sepanjang tahun 2025. 

Sejak kembali bermain pada Desember lalu, ia lebih banyak tampil sebagai pemain pengganti di bawah bayang-bayang rekrutan anyar, Viktor Gyokeres.

"Ada alasan mengapa segala sesuatu terjadi, baik itu hal baik maupun sulit. Saya mempelajari hal itu selama 11 bulan berada di luar lapangan," tambahnya.

Meski harus bersaing ketat dengan Gyokeres, yang juga mencetak gol ketiga Arsenal di laga ini, Jesus menunjukkan sikap profesionalnya. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan lagi anak kecil dan sangat menghormati keputusan rotasi yang dilakukan Mikel Arteta.

"Semua orang ingin menjadi starter. Saya orang yang sangat menghormati," tegas Jesus.

"Saya bukan anak kecil lagi, saya berusia 28 tahun, jadi saya mengerti sepak bola. Saya sangat senang Vik (Gyokeres) masuk dan mencetak gol. Saya sangat senang saya mencetak gol dan Vik juga mencetak gol. Saya yakin Kai (Havertz) akan mencetak gol ketika dia mendapat kesempatan."

Baca juga: Balas Dendam di San Siro: Arteta Tantang Arsenal Buktikan Level Baru Kontra Inter

Pemain untuk Laga Besar

Mikel Arteta pun memberikan pujian setinggi langit bagi penyerang nomor 9-nya tersebut. Menurut Arteta, kehadiran Jesus memberikan profil serangan yang berbeda dan meningkatkan kepercayaan diri seluruh tim.

“Ini bagus sekali, kami sangat merindukan Gabi, dan saya pikir ini akan meningkatkan tingkat kepercayaan dirinya dan tim, karena sekarang kami memiliki profil yang berbeda di posisi itu, seperti yang kami miliki dengan para pemain sayap, dan fakta bahwa para pemain tersebut bermain di level tersebut,” jelas Arteta.

“Viktor masuk dan juga memberikan dampak besar dalam pertandingan. Ini hanya membuat kami lebih baik, dan itulah yang kami cari.”

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Arsenal sebelum mereka menjamu Manchester United di Premier League akhir pekan ini. Penampilan klinis Jesus di Milan dipastikan akan memberikan Arteta sakit kepala yang positif dalam menentukan siapa yang akan memimpin lini depan di laga-laga krusial mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!