Daftar Pencetak Gol Termuda Sepanjang Sejarah Liga Champions
Liga Champions UEFA selalu menjadi panggung utama bagi para superstar, namun dalam beberapa tahun terakhir, kompetisi ini didominasi oleh fenomena remaja.
Para pemain muda, beberapa di antaranya belum mencapai usia legal, terus berdatangan, tidak hanya tampil tetapi juga mencetak gol, menantang rekor yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Saat ini, rekor pencetak gol termuda di kompetisi elite Eropa ini dipegang oleh wonderkid Barcelona, Ansu Fati, meskipun usianya yang belia terancam dipecahkan oleh rekan setimnya dan bakat-bakat baru dari seluruh Eropa.
Puncak Rekor: Ansu Fati (17 Tahun 40 Hari)
Rekor abadi ini ditetapkan pada tanggal 10 Desember 2019 oleh Ansu Fati saat ia membela Barcelona melawan Inter Milan.
- Pemain: Ansu Fati
- Usia: 17 tahun, 1 bulan, 9 hari (berdasarkan data historis awal, atau 17 tahun 40 hari)
- Pertandingan: Inter Milan 1-2 Barcelona
- Klub: Barcelona
Fati masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol penentu kemenangan hanya semenit kemudian, sebuah momen yang secara singkat membawanya ke puncak sepak bola dunia sebagai penerus Lionel Messi. Meskipun karirnya kini terhambat cedera dan peminjaman, rekor bersejarahnya di San Siro tetap utuh, setidaknya untuk saat ini.
Baca juga: Klub Terbanyak Juara Liga Champions
Generasi Baru Penantang Rekor
Tiga besar daftar ini menunjukkan dominasi dan percepatan pengembangan bakat di usia remaja, dengan dua rekor terbaru dicetak dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
2. Lamine Yamal (17 Tahun 68 Hari)
Bintang muda Barcelona lainnya, Lamine Yamal, langsung menempati posisi kedua dalam daftar ini. Golnya tercipta pada September 2024 melawan AS Monaco.
Yamal, yang terus memecahkan rekor usia termuda di berbagai kompetisi, menunjukkan ketenangan luar biasa dengan memotong ke dalam dan melepaskan tembakan tak terhentikan.
3. Dastan Satpaev (17 Tahun 106 Hari)
Fenomena yang baru saja mencatatkan namanya di buku sejarah adalah Dastan Satpaev dari Kazakhstan. Meskipun timnya, Kairat Almaty, kalah dari FC Copenhagen baru-baru ini, Satpaev mencetak gol pada usia 17 tahun 106 hari, menjadikannya pencetak gol Kazakhstan pertama di Liga Champions dan, yang lebih penting, termuda ketiga sepanjang masa. Ia dikabarkan telah menyetujui kepindahan ke Chelsea setelah usianya menginjak 18 tahun.
4. Viktor Dadason (17 tahun, 113 Hari)
Viktor Dadason asal Islandia mencetak gol pertamanya di Liga Champions pada 21 Oktober 2025 untuk FC Copenhagen dalam laga yang berakhir kekalahan 4-2 di kandang melawan Borussia Dortmund pada pekan ke-4 kompetisi 2025-26.
Saat golnya dicetak, ia menjadi pencetak gol termuda ketiga di kompetisi tersebut, tetapi hanya satu pekan kemudian ia tergeser ke posisi keempat oleh Dastan Satpaev.
5. George Ilenikhena (17 Tahun 119 Hari)
Striker asal Nigeria-Belgia, George Ilenikhena, mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir untuk Royal Antwerp melawan Barcelona pada Desember 2023.
Baca juga: Daftar Pemain Termuda di Champions League
Para Legenda Remaja yang Pernah Memimpin
Rekor Fati mematahkan dominasi yang telah berlangsung selama 22 tahun yang dipegang oleh talenta-talenta luar biasa lainnya.
Para remaja ini bukan hanya mencetak gol, tetapi sering kali melakukannya di pertandingan-pertandingan penting. Gol Warren Zaïre-Emery (17 tahun 280 hari) untuk Paris Saint-Germain melawan Borussia Dortmund pada Desember 2023, misalnya, sangat krusial karena mengamankan kelolosan tim Prancis tersebut ke fase gugur, memecahkan rekor Karim Benzema sebagai pencetak gol termuda Prancis.
Percepatan ini menegaskan perubahan filosofi klub-klub top Eropa, yang kini lebih berani memberikan kepercayaan penuh kepada talenta paling muda. Jelas, rekor gol Ansu Fati kini berada di bawah ancaman serius dari generasi La Masia dan bakat-bakat global yang terus bermunculan.
Pencetak Gol Termuda di Liga Champions
Ansu Fati: 17 tahun, 40 hari (Barcelona vs Inter, 10 Des 2019)
Lamine Yamal: 17 tahun, 68 hari (Barcelona vs Monaco, 19 Sep 2024)
Dastan Satpaev: 17 tahun, 106 hari (Kairat vs FC København, 26 Nov 2025)
Viktor Dadason: 17 tahun, 113 hari (FC København vs Borussia Dortmund, 21 Okt 2025)
George Ilenikhena: 17 tahun, 119 hari (Royal Antwerp vs Barcelona, 13 Des 2023)
Antonio Nusa: 17 tahun, 149 hari (Club Brugge vs Porto, 13 Sep 2022)
Peter Ofori-Quaye: 17 tahun, 194 hari (Olympiacos vs Rosenborg, 1 Okt 1997)
Mateo Kovacic: 17 tahun, 215 hari (Dinamo Zagreb vs Lyon, 7 Des 2011)
Cesc Fàbregas: 17 tahun, 217 hari (Arsenal vs Rosenborg, 7 Des 2004)
Bojan : 17 tahun, 217 hari (Barcelona vs Schalke, 1 Apr 2008)
Martin Klein: 17 tahun, 240 hari (Sparta Prague vs Panathinaikos, 27 Feb 2002)
Lennart Karl: 17 tahun, 242 hari (Bayern Munich vs Club Brugge, 22 Okt 2025)
Breel Embolo: 17 tahun, 263 hari (Basel vs Ludogorets, 4 Nov 2014)
Warren Zaïre-Emery: 17 tahun, 280 hari (PSG vs Borussia Dortmund, 13 Des 2023)
Jude Bellingham: 17 tahun, 289 hari (Borussia Dortmund vs Manchester City, 14 Apr 2021)
Aaron Ramsey: 17 tahun, 300 hari (Arsenal vs Fenerbahçe, 21 Okt 2008)
Ethan Nwaneri: 17 tahun, 314 hari (Arsenal vs Girona, 29 Jan 2025)
Pedri: 17 tahun, 330 hari (Barcelona vs Ferencváros, 20 Okt 2020)
Marc Guiu: 17 tahun, 343 hari (Barcelona vs Royal Antwerp, 13 Des 2023)
Rico Lewis: 17 tahun, 346 hari (Manchester City vs Sevilla, 2 Nov 2022)