Ada pemandangan yang tidak biasa di Stadion Allianz setelah Juventus tersingkir secara menyakitkan dari Liga Champions oleh Galatasaray. Alih-alih Luciano Spalletti yang muncul untuk memberikan penjelasan, justru sosok Direktur Teknik, Giorgio Chiellini, yang berdiri di depan mikrofon.

Langkah ini diambil klub untuk meredam tensi setelah laga leg kedua yang berakhir 3-2 (agregat 5-7), di mana Juventus harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-48 akibat kartu merah langsung yang diterima Lloyd Kelly.

Chiellini Angkat Bicara

Keputusan Chiellini untuk berbicara menggantikan sang pelatih, bek legendaris Bianconeri ini mencoba memberikan perspektif berbeda atas kegagalan timnya melaju ke babak 16 besar.

“Luciano tidak hadir di sini, karena menurut saya sudah sepatutnya seorang direktur hadir malam ini,” kata Chiellini kepada Amazon Prime Video Italia.

Baca juga: Nyaris Comeback Lawan Galatasaray, Juventus Gagal Lolos ke Babak 16 Besar

“Kami lelah dan kecewa dengan hasil ini, meskipun penampilan kami bagus. Pada saat yang sama, kami sangat bangga dengan cara kami bermain.”

Meski Juventus gagal lolos, para fans yang hadir di stadion memberikan tepuk tangan meriah usai pertandingan, menunjukkan apresiasi atas perjuangan luar biasa para pemain.

“Perasaan yang harus kita miliki adalah bahwa ini adalah titik awal untuk menemukan kembali semangat yang selama ini hilang, saat kita memasuki minggu-minggu terakhir musim ini,” lanjut Chiellini.

“Jika kita ingin melihat masa jabatan Spalletti, kita melakukan kesalahan dalam satu setengah pertandingan sejak ia datang. Kita belum terlalu beruntung dalam hal insiden, tetapi kita harus terus maju.”

Seloroh Khas Chiellini Soal Kartu Merah

Fokus utama pembicaraan tentu saja jatuh pada insiden kartu merah Lloyd Kelly yang mengubah peta permainan. 

Kelly diusir keluar lapangan setelah pelanggaran terhadap Baris Alper Yilmaz di awal babak kedua, saat Juventus sedang membangun momentum comeback.

Bek asal Inggris tersebut awalnya diberikan kartu kuning kedua. Namun setelah pemerikasaan VAR, kartu kuning tersebut diganti dengan kartu merah langsung, meskipun insiden tersebut terlihat tanpa sengaja.

“Bisa dibilang, beruntung Kelly berada dalam situasi itu dan bukan saya,” jawab. “Tidak ada lagi yang bisa saya katakan tentang itu.”

Baca juga: "Rasanya Ingin Menangis": Hati Locatelli Hancur Usai Juventus Tersingkir di UCL

Menatap Masa Depan di Bawah Spalletti

Meski tersingkir, Chiellini menegaskan bahwa manajemen Juventus tetap memberikan dukungan penuh kepada proyek yang sedang dibangun Luciano Spalletti. Ia melihat semangat juang tim saat mencetak dua gol dengan 10 pemain sebagai fondasi yang kuat untuk masa depan.

“Kita perlu tetap percaya pada para pemain dan pelatih ini. Ada sebuah proses dan itu bisa berarti beberapa hasil negatif, terlepas dari penampilan yang bagus,” lanjut Chiellini.

“Masih ada 12 pertandingan tersisa musim ini, di mana banyak hal dipertaruhkan. Tim sudah siap, kita melihatnya malam ini, dan proses pertumbuhan terus berlanjut meskipun ada beberapa kesalahan dan rintangan di jalan kita.”

Juventus kini akan berpindah fokus pada sisa laga di Serie A. Bianconeri saat ini berada di posisi ke-5 dengan 46 poin dari 26 laga, selisih empat angka dari Roma yang berada di empat besar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!