Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Borussia Dortmund mengawali perjalanan mereka di Liga Champions 2026-27 dengan kemenangan dramatis setelah menundukkan Villarreal 3-2 di Signal Iduna Park, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Pertandingan berjalan ketat hingga babak kedua sebelum tuan rumah mencetak tiga gol dalam 32 menit terakhir untuk memastikan tiga poin.
Serhou Guirassy menjadi tokoh utama kemenangan Dortmund. Penyerang asal Guinea itu mencetak dua gol pada menit ke-80 dan ke-85, termasuk melalui penalti, untuk membawa Die Schwarzgelben unggul 3-1. Villarreal kemudian mendapatkan gol kedua pada masa injury time melalui gol bunuh diri Guirassy, tetapi Dortmund mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Kedua tim tampil cukup berhati-hati pada babak pertama. Dortmund berusaha menguasai permainan melalui lini tengah, sementara Villarreal memilih bertahan dengan struktur yang rapat dan sesekali mengancam melalui serangan balik.
Dortmund harus melakukan pergantian pemain lebih awal setelah Konstantinos Karetsas mengalami masalah kardiovaskular pada menit ke-27. Pemain muda asal Yunani tersebut mendapat perawatan di lapangan sebelum akhirnya dibawa keluar menggunakan tandu.
Baca juga: Flick Jadi Faktor Utama, Barcelona Rampungkan Transfer Adeyemi dari Dortmund
Dortmund kemudian memasukkan pemain pinjaman dari Arsenal Ethan Nwaneri sebagai penggantinya. Klub menyatakan Karetsas dalam kondisi baik dalam situasi tersebut dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tidak ada gol hingga turun minum. Dortmund kesulitan menemukan ruang di pertahanan Villarreal, sementara tim tamu mampu membuat tuan rumah frustrasi dengan permainan disiplin.
Dortmund akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-53. Felix Nmecha mengirim bola kepada Maximilian Beier, yang kemudian melepaskan umpan silang mendatar yang memaksa Renato Veiga melakukan kesalahan. Upaya pemain Villarreal tersebut justru berakhir menjadi gol bunuh diri sehingga Dortmund unggul 1-0.
Namun, Villarreal tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Pada menit ke-66, Santiago Mouriño menyamakan kedudukan melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan dari Georges Mikautadze.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan. Kedua tim mulai bermain lebih terbuka dan menciptakan lebih banyak ruang di lini pertahanan masing-masing.
Ketika pertandingan memasuki 10 menit terakhir, Guirassy muncul sebagai pembeda. Pada menit ke-80, ia menerima umpan dari Fabio Silva dan menyelesaikan peluang dari jarak dekat untuk membawa Dortmund kembali unggul 2-1.
Baca juga: Bek Dortmund Niklas Süle Umumkan Pensiun Dini di Usia 30 Tahun
Lima menit berselang, Dortmund mendapatkan hadiah penalti setelah Mouriño melakukan pelanggaran terhadap Guirassy di dalam kotak terlarang. Guirassy maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk menjadikan skor 3-1.
Villarreal belum menyerah. Pada menit ke-93, situasi kembali menegangkan ketika Guirassy justru mencetak gol bunuh diri saat berusaha membantu pertahanan Dortmund. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 3-2 dan memberikan harapan kepada tim tamu.
Villarreal bahkan memperoleh peluang untuk mencetak gol penyeimbang pada detik-detik terakhir. Renato Veiga hampir mengubah skor menjadi 3-3, tetapi tembakannya melebar sehingga Dortmund akhirnya mengamankan kemenangan.
Kemenangan ini menjadi awal yang sempurna bagi Dortmund di league phase Liga Champions. Tim asuhan Niko Kovac menunjukkan kemampuan untuk tetap tenang setelah pertandingan berjalan ketat sekaligus merespons gol penyama Villarreal dengan tekanan kuat di fase akhir.
Bagi Villarreal, kekalahan tersebut terasa pahit karena mereka mampu memberikan perlawanan sengit di salah satu atmosfer kandang paling sulit di Eropa. Namun, Dortmund pada akhirnya memiliki kualitas lebih baik di momen-momen krusial, terutama melalui ketajaman Guirassy.
Dortmund pun menutup pertandingan dengan tiga poin dan modal penting untuk melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions 2026-27.