Benfica Tak Bergantung pada Individu, Tralhao Tutup Mulut Terkait Skorsing Prestianni
Asisten pelatih Benfica, Joao Tralhao, menegaskan bahwa identitas timnya tetap utuh dan tidak bergantung pada satu pemain pun menjelang laga hidup-mati melawan Real Madrid di Santiago Bernabéu. Pernyataan ini muncul sebagai upaya meredam spekulasi setelah UEFA menjatuhkan skorsing sementara kepada winger muda mereka, Gianluca Prestianni.
Berbicara dalam konferensi pers sebelum pertandingan pada Selasa (24/2), Tralhao memilih untuk tidak mengomentari detail kasus yang menjerat pemain asal Argentina tersebut. Prestianni dilarang tampil di leg kedua babak knockout play-off Liga Champions menyusul tuduhan perilaku diskriminatif terhadap bintang Madrid, Vinícius Júnior, pada pertemuan pertama pekan lalu.
"Identitas Kami Adalah Tim"
Saat dihujani pertanyaan oleh jurnalis mengenai absennya Prestianni, Tralhao menjawab dengan diplomatis namun tegas.
Ia menekankan bahwa filosofi permainan yang dibangun oleh pelatih José Mourinho, yang juga harus absen di pinggir lapangan karena sanksi kartu merah, jauh lebih besar daripada seorang pemain.
Baca juga
UEFA Skors Sementara Prestianni Terkait Dugaan Pelecehan Rasial terhadap Vinícius
Real Madrid Serahkan Bukti ke Terkait Dugaan Rasisme Prestianni terhadap Vinicius Jr.
Vinícius Kecam Insiden Rasis Setelah Kemenangan Real Madrid di Lisbon Ternoda
"Kami tidak akan membahas topik yang Anda tanyakan," kata Tralhao kepada wartawan dalam konferensi pers pada hari Selasa.
"Yang dapat kami katakan adalah, terlepas dari pemain mana pun yang berada di lapangan, kami memiliki identitas — identitas yang jelas... apakah pemain A bermain atau pemain B bermain, kami mempertahankan profil yang sama."
Tralhao menambahkan bahwa timnya fokus sepenuhnya pada persiapan teknis untuk mengejar defisit agregat 1–0. Ia menyamakan laga di Madrid ini sebagai sebuah "partai final" yang menuntut konsentrasi penuh dari seluruh anggota skuad.
Situasi di luar lapangan ini menambah tekanan pada persiapan Benfica. Gelandang Fredrik Aursnes mengatakan bahwa skuad mengalami minggu yang sedikit berbeda.
“Besok seperti final. Kita harus menang melawan tim yang luar biasa di stadion yang sulit," tambah pemain Norwegia itu.
Dampak Absennya Prestianni
Kehilangan Prestianni merupakan pukulan telak bagi skema serangan balik Benfica. Pemain berusia 20 tahun itu merupakan motor utama transisi cepat As Águias di Lisbon.
Tanpanya, Tralhao kemungkinan akan mengandalkan Dodi Lukebakio bisa dimasukkan di posisi sayap, sementara Richard Rios juga mungkin mendapat tempat di lini tengah.
Kondisi semakin sulit bagi Benfica karena mereka juga tidak akan didampingi langsung oleh José Mourinho di technical area. Mourinho harus menjalani hukuman setelah diusir wasit pada leg pertama akibat protes keras terhadap keputusan yang melibatkan insiden perayaan gol Vinícius.
Meskipun absen di pinggir lapangan, Mourinho memimpin latihan, di mana Prestianni ikut berpartisipasi bersama tim.
"Saya tidak tahu di mana dia (Mourinho) akan berada. Kami mempersiapkan pertandingan ini dengan mengantisipasi setiap skenario yang mungkin terjadi... Dari pihak kami, sebagai staf, kami mempersiapkan tim, kami mempersiapkan semua skenario sehingga besok kami dapat tampil di level kami," jelas Tralhao.
Baca juga:
Mbappé Sebut Prestianni Tak Pantas Main di Liga Champions usai Tuduhan Rasisme
Benfica Klaim Ada Pencorengan Nama Prestianni di Tengah Dugaan Rasisme
Kecaman Seedorf untuk Mourinho: "Kesalahan Besar Menjustifikasi Rasisme"
Misi Balas Dendam
Atmosfer jelang laga ini kian memanas mengingat sejarah pertemuan kedua tim musim ini. Benfica sempat mempermalukan Madrid dengan skor 4–2 di fase liga pada Januari lalu, namun kini situasi berbalik setelah gol tunggal Vinícius di Estadio da Luz memberikan keunggulan bagi Los Blancos.
Benfica kini harus menang dengan selisih minimal dua gol di Bernabéu jika ingin lolos langsung ke babak 16 besar.