Arteta Sesalkan Performa Babak Kedua Arsenal usai Ditahan Imbang Leverkusen
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya meski timnya berhasil membawa pulang hasil imbang 1-1 dari markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Champions League. Fokus kemarahan Arteta tertuju pada satu momen spesifik: kurangnya konsentrasi para pemainnya tepat setelah kick-off babak kedua dimulai.
Hanya butuh 45 detik bagi kapten Leverkusen, Robert Andrich, untuk mencetak gol pembuka lewat sundulan dari situasi tendangan penjuru, sebuah momen yang disebut Arteta sebagai kegagalan kolektif yang tidak bisa diterima di level tertinggi.
Kelengahan yang Berakibat Fatal
Arsenal sebenarnya mendominasi babak pertama dan nyaris unggul melalui sepakan Gabriel Martinelli yang membentur mistar.
Namun, rencana taktis yang disusun di ruang ganti saat jeda seolah menguap begitu saja ketika wasit meniup peluit tanda dimulainya babak kedua.
"Kami ingin memulai babak kedua dengan sangat kuat, tetapi kami malah melakukan hal yang sebaliknya," kata pelatih asal Spanyol itu kepada TNT Sports. "Semuanya berawal dari kurangnya perhatian pada tendangan awal yang sudah kami diskusikan sebelum pertandingan. Dari situ mereka mendapat peluang sundulan yang jelas dan mencetak gol."
Baca juga: Penalti Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan di Kandang Leverkusen
Arteta menambahkan bahwa reaksi para pemainnya terhadap tekanan awal Leverkusen di paruh kedua sangatlah lamban.
"Itulah detail-detailnya. Semua orang sangat siap dalam setiap tindakan dan kami tahu itu, dan mereka memiliki rutinitas tertentu karena mereka telah melakukannya beberapa hari yang lalu di Bundesliga tiga kali berturut-turut," ujarnya.
"Dan kami menunjukkan gambar-gambar itu, tetapi Anda sebenarnya harus melihat dan melakukannya. Tetapi kami belum melakukannya dan kami telah membayar mahal."
Havertz Selamatkan Arsenal
Beruntung bagi Arsenal, mantan bintang Leverkusen, Kai Havertz, berhasil menyelamatkan muka The Gunners lewat eksekusi penalti dingin di menit ke-88.
Meski gol tersebut memberikan napas lega, Arteta menegaskan bahwa hasil imbang ini tidak menghapus fakta bahwa timnya sempat kehilangan kendali.
“Betapa tenangnya dia menghadapinya, dan ya, sepak bola adalah permainan yang lucu, dan menghadirkan cerita-cerita istimewa. Dia kembali ke sini setelah sekian lama, menjadi bagian dari klub ini, datang ke sini dan mencetak gol sepenting itu, saya pikir ini adalah momen besar,” ucap pelatih asal Spanyol tersebut.
Baca juga: Havertz Jadikan Trauma Cedera Sebagai Bahan Bakar Arsenal Kejar Trofi
Menuju Leg Kedua di Emirates
Arsenal kini memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri pada leg kedua yang akan digelar 18 Maret mendatang. Namun, pesan Arteta kepada skuadnya sudah sangat jelas: tidak ada ruang untuk kelengahan sekecil apa pun jika mereka ingin melangkah ke perempat final.
“Kita akan melihat hal-hal yang telah kita tingkatkan, situasi yang dapat kita ciptakan, dan mencoba untuk menjadi jauh lebih efisien terutama dalam banyak hal sederhana yang hari ini belum kita lakukan dengan baik,” pungkasnya.