Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Presiden La Liga, Javier Tebas, melancarkan serangan balik terbuka terhadap Real Madrid setelah raksasa Spanyol tersebut mengklaim adanya konspirasi wasit yang merugikan mereka. Tebas menegaskan bahwa siapa pun yang percaya adanya instruksi sistematis untuk menjatuhkan Real Madrid sama saja dengan "hidup di galaksi lain".
Pernyataan menohok sang presiden kompetisi disampaikan menyusul kekalahan 1-2 yang dialami Real Madrid dalam laga derbi sengit melawan Atlético Madrid di Estadio Metropolitano. Hasil tersebut memicu kemarahan besar di internal Los Blancos, di mana pelatih José Mourinho sampai membawa bukti cetak foto pelanggaran ke ruang konferensi pers untuk mengecam kepemimpinan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias.
Melalui unggahan di media sosial resminya, Tebas menuduh manajemen dan media simpatisan Real Madrid sengaja membangun narasi korban demi mengalihkan perhatian dari penurunan performa tim di lapangan.
"Lagi-lagi mereka berulah, para corong dan saluran televisi milik rezim itu, membangun narasi lama yang sama: soal konspirasi abadi," tulis Tebas di X.
"Menuduh bahwa wasit sengaja bertindak melawan Real Madrid itu sama saja dengan hidup di galaksi lain.
"Narasi itu hanyalah dalih untuk menutupi kekurangan-kekurangan lain yang terlihat jelas pada laga-laga awal musim ini.
Baca juga: Mourinho Bawa Foto Bukti, Kecam Wasit dan VAR Usai Real Madrid Tumbang di Derbi
"Lebih mudah untuk menuding adanya konspirasi daripada menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
"BUKA MATA KALIAN! Ini baru bulan September, dan mereka sudah mengklaim bahwa Liga ini telah dicurangi. Tidak ada orang yang berpikiran sehat lagi yang memercayai alasan usang itu."
Tebas juga menyindir keras pihak-pihak yang menganggap kompetisi La Liga tidak berharga tanpa keberadaan Real Madrid. Menurutnya, klaim semacam itu mencerminkan rasa tidak hormat terhadap 19 klub kompetitor lainnya.
Ketegangan berawal ketika Real Madrid merasa dirugikan dalam kekalahan di Metropolitano. Selain kartu merah yang diterima bek muda Dean Huijsen pada babak kedua, Mourinho menilai dua pemain Atlético, Cristian Romero dan Lee Kang-in, seharusnya diusir keluar lapangan pada babak pertama akibat tekel keras terhadap Jude Bellingham dan Federico Valverde.
Klub bahkan menerbitkan laporan pertandingan resmi di laman mereka dengan judul “A terrible refereeing performance decides the derby” (Kepemimpinan wasit yang sangat buruk menentukan hasil derbi).
Tak butuh waktu lama bagi Real Madrid untuk merespons pernyataan Tebas. Melalui pernyataan resmi klub, Los Blancos mengecam keras tindakan presiden La Liga yang dinilai selalu memanfaatkan posisinya untuk menyerang integritas klub.
"Klub kami menganggap tindakan presiden La Liga yang menggunakan posisi institusionalnya untuk terus mendiskreditkan dan menyerang Real Madrid sebagai hal yang tidak dapat ditoleransi,” tulis Madrid dalam pernyataan resminya.
Baca juga: Atlético Madrid Sindir Aksi Mourinho Usai Panasnya Laga Derbi
“Mengingat perilaku tidak pantas yang terus berulang ini, kami percaya bahwa sepak bola profesional Spanyol secara mendesak membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengelolanya dengan kewajiban mendasar berupa netralitas."
Perseteruan ini memperpanjang rantai konflik panjang antara Javier Tebas dan Real Madrid. Sebelumnya, kedua belah pihak juga terlibat perang dingin terkait isu proyek European Super League serta hak siar televisi. Kekalahan dari Atlético membuat Real Madrid kini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen sementara, Barcelona.