Pelatih Real Madrid, José Mourinho, melancarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan wasit dan teknologi VAR setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari Atlético Madrid di Riyadh Air Metropolitano pada laga derbi Madrid. 

Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa tuan rumah seharusnya diganjar "dua kartu merah jelas" pada babak pertama dan mengklaim wasit utama tidak mampu mengatasi tekanan atmosfer stadion.   

Drama Foto Bukti di Sesi Jumpa Pers

Mourinho memasuki ruang konferensi pers usai pertandingan dengan membawa selembar kertas berisi cetakan foto dua insiden pelanggaran keras pemain Atlético Madrid pada babak pertama. 

Sebelum menjawab pertanyaan media, Mourinho mengangkat foto tersebut ke arah kamera sebagai bentuk protes terbuka terhadap keputusan hakim lapangan.

Baca juga: Atletico Madrid 2-1 Real Madrid: Kartu Merah Huijsen Jadi Titik Balik di Laga Derby

Dua insiden yang disorot Mourinho melibatkan pelanggaran Cristian Romero terhadap lutut Jude Bellingham yang hanya dijatuhi kartu kuning, serta tekel keras Lee Kang-in terhadap Federico Valverde yang luput dari sanksi kartu. Akibat tekel tersebut, Valverde mengalami cedera pergelangan kaki kiri.   

"Cerita pertandingan ini ada di sini. Ini dua kartu merah yang sangat jelas. Dengan segala kesulitan yang kami hadapi setelah bertanding 11 melawan 10, Anda bisa membayangkan bagaimana jadinya jika kami bermain selama 50 menit dengan keunggulan 11 melawan 9 jika keadilan ditegakkan."   

Kritik Tajam untuk Wasit dan Komite Wasit

Kekecewaan Mourinho kian memuncak setelah bek Real Madrid, Dean Huijsen, mendapat kartu merah langsung pada menit ke-52 akibat pelanggaran terhadap Giuliano Simeone. 

Alejandro Grimaldo menuntaskan eksekusi penalti sebelum Jonathan David menggandakan keunggulan Atlético. Antonio Rüdiger sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-89, namun tidak cukup untuk menyelamatkan Los Blancos dari kekalahan.   

Baca juga: Ambisi Besar Mbappé: Ingin Kembalikan Ballon d'Or ke Bernabéu

Pria yang dijuluki The Special One itu mencecar Komite Wasit Spanyol (CTA) atas penunjukan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias yang dinilainya kurang berpengalaman untuk memimpin laga bertensi tinggi.   

"Ini ulah CTA. Semuanya terasa sangat aneh. Wasitnya [Ortiz Arias] berusia 41 tahun namun tidak memiliki pengalaman internasional. Saya tidak tahu mengapa dia yang ditunjuk sebagai wasit. Kasihan dia, saat datang ke sini, dia tidak mampu mengatasi tekanan yang ada,” tegasnya.

"Namun, bagi [petugas VAR] tidak ada tekanan; di [markas RFEF] Las Rozas tidak ada tekanan. Atau mungkin sebenarnya ada, tapi kita tidak tahu. Kombinasi itu, wasit yang kurang cakap dan hanya pernah memimpin pertandingan-pertandingan kecil, dipadukan dengan VAR yang punya rekam jejak panjang. Selamat untuk CTA."

Tuntutan Persaingan yang Adil

Meskipun meluapkan amarahnya, Mourinho menolak mengklaim adanya konspirasi yang disengaja untuk menjatuhkan timnya. Mantan pelatih Chelsea dan Inter Milan itu memilih untuk menganggap keputusan-keputusan kontroversial tersebut sebagai murni kesalahan manusiawi, sembari berharap Real Madrid diberikan kesempatan bertanding secara adil di sisa musim.   

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa ini sudah direncanakan. Saya ingin menganggapnya sebagai kesalahan, seperti halnya pelatih yang bisa saja melakukan kesalahan,” jelas Mourinho.

Baca juga: Elche 2-3 Real Madrid: Carlos Espí Jadi Pahlawan dengan Gol Menit Akhir

“Saya ingin berpikir bahwa CTA telah melakukan kesalahan dengan memilih wasit berusia 41 tahun yang belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Mereka melakukan kesalahan, itu saja."

Di sisi lain, pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone, enggan larut dalam polemik keputusan wasit dan meminta seluruh manajer untuk lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan di media. 

Kekalahan ini membuat Real Madrid tertahan di peringkat keempat klasemen sementara La Liga dengan raihan 15 poin dari tujuh laga, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Barcelona.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!