Atlético Madrid berhasil mengamankan gengsi ibu kota sekaligus menggeser posisi rival sekota mereka di papan klasemen setelah memetik kemenangan krusial 2-1 atas sepuluh pemain Real Madrid di Stadion Riyadh Air Metropolitano pada Minggu (20/9) malam.

Pertandingan pekan ketujuh La Liga ini berubah drastis di awal babak kedua ketika bek Real Madrid, Dean Huijsen, diganjar kartu merah langsung. Alejandro Grimaldo yang maju sebagai eksekutor penalti sukses membuka keunggulan sebelum Jonathan David menggandakan skor enam menit kemudian, sekaligus mencatatkan rekor bersejarah klub di abad ke-21. Sundulan Antonio Rüdiger di penghujung laga sempat menghidupkan asa tim tamu, namun skuad asuhan Diego Simeone tampil solid untuk mengamankan tiga poin vital.

Babak Pertama Sengit dan Pertarungan Taktis

Sebagaimana layaknya laga derby bertensi tinggi, babak pertama diwarnai oleh duel fisik yang intens serta adu taktik ketat di lini tengah. 

Kedua penjaga gawang tidak terlalu banyak mendapat ancaman berbahaya di awal laga, meski Thibaut Courtois sempat dipaksa melakukan penyelamatan saat menepis umpan silang tajam dari Lee Kang-In.

Baca juga: Atlético Madrid Menang Telak 4-0 atas Osasuna

Tensi pertandingan memuncak pada menit ke-38 menyusul benturan keras antara Jude Bellingham dan Cristian Romero. Bellingham awalnya dijatuhi kartu kuning, namun setelah peninjauan VAR yang cukup lama, hukuman tersebut dibatalkan dan dialihkan kepada Romero atas perannya dalam insiden tersebut. 

Lee Kang-In juga sempat memicu kekhawatiran akibat pelanggaran keras sebelum babak pertama berakhir tanpa gol.

Kartu Merah dan Dua Gol Cepat

Jalannya laga berubah total enam menit memasuki babak kedua saat Giuliano Simeone lepas dari kawalan dan berhadapan dengan gawang. 

Huijsen menarik lengan penyerang sayap asal Argentina tersebut di dalam kotak penalti. Peninjauan VAR mengonfirmasi pelanggaran tersebut, setelah awalnya diberikan kartu kuning, wasit menguahnya menjadi kartu merah untuk bek tengah Real Madrid dan hadiah penalti bagi tuan rumah.

Alejandro Grimaldo bertindak sebagai eksekutor pada menit ke-53 dan sukses memperdaya Courtois untuk memecah kebuntuan. Sebelum tim tamu sempat menata ulang barisan pertahanan mereka, Atlético kembali mengejutkan pada menit ke-59. 

Baca juga: Ambisi Besar Mbappé: Ingin Kembalikan Ballon d'Or ke Bernabéu

Umpan silang rendah dari Giuliano Simeone disambar dengan sontekan tajam oleh Jonathan David. Gol tersebut mengukuhkan David sebagai pemain Atlético Madrid pertama di abad ke-21 yang selalu mencetak gol dalam tiga penampilan perdananya di La Liga.

Perlawanan Akhir Rüdiger yang Tak Cukup

Tertinggal dua gol dan bermain dengan sepuluh orang, pelatih Real Madrid Jose Mourinho memasukkan Eduardo Camavinga dan Bernardo Silva demi memberi penyegaran. 

Perubahan ini membuahkan hasil pada menit ke-89 ketika Antonio Rüdiger menyambut eksekusi tendangan bebas Bernardo Silva dengan sundulan tajam ke tiang jauh.

Meskipun terus menggempur di masa injury time selama lima menit, benteng pertahanan Atlético yang dikawal Jan Oblak bersama lini belakang yang dipimpin Marc Pubill serta Romero berhasil meredam ancaman bola-bola udara Real Madrid hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini membawa Atleti naik ke posisi kedua klasemen sementara, meninggalkan Real Madrid di urutan ketiga.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!