Feyenoord resmi memecat Robin van Persie dari kursi pelatih kepala setelah hanya satu musim penuh menangani klub, demikian konfirmasi klub raksasa Belanda tersebut pada hari Minggu. Keputusan ini tergolong kejam, mengingat mantan striker legendaris tersebut berhasil membawa Feyenoord finis di peringkat kedua Eredivisie dan mengamankan tiket lolos langsung ke fase grup Liga Champions musim depan.

Meski secara objektif berhasil mengamankan kompetisi elite Eropa, evaluasi internal klub menunjukkan adanya keretakan struktural yang mendalam. Manajemen baru Feyenoord menilai performa tim di bawah asuhan Van Persie mengalami kemunduran yang tidak bisa ditoleransi untuk target jangka panjang klub, membuat masa bakti 16 bulannya di De Kuip berakhir secara mendadak.

Ilusi Peringkat Kedua

Di atas kertas, mendepak pelatih yang memberikan tiket Liga Champions terkesan sangat keras. Namun, realitas di De Kuip berkata lain. Feyenoord memang mengakhiri musim sebagai runner-up, tetapi mereka tertinggal dengan selisih 19 poin yang sangat masif di belakang sang juara, PSV Eindhoven. 

Bagi klub dengan ambisi juara seperti Feyenoord, kegagalan untuk memberikan tekanan berarti pada PSV sepanjang musim menjadi catatan merah besar bagi Van Persie.

Kekecewaan di kompetisi domestik diperparah oleh performa buruk di kancah antarklub Eropa. Skuad asuhan Van Persie tersingkir di babak kualifikasi Liga Champions oleh Fenerbahçe, gagal bersinar di Liga Europa, dan harus angkat koper lebih awal di ajang KNVB Cup (Piala Belanda). Bagi basis suporter yang terbiasa melihat timnya melangkah jauh di Eropa, penurunan ini sangat sulit diterima.

Baca juga: Raheem Sterling Resmi Berlabuh ke Feyenoord

Ketidakpastian Taktis dan Keretakan Ruang Ganti

Rumor ketidakharmonisan di De Kuip sebenarnya sudah berembus selama berbulan-bulan. Van Persie, terlepas dari kejeniusannya sebagai pemain sepak bola, dinilai kesulitan menemukan konsistensi taktis di kursi kepelatihan. Sepanjang musim, ia kerap melakukan eksperimen formasi yang membingungkan dan terus-menerus merombak starting lineup, yang dilaporkan memicu frustrasi di kalangan pemain senior.

Ketidakpastian ini menghambat terbentuknya identitas permainan tim yang solid. Ketegangan di ruang ganti mulai memuncak akibat manajemen skuad dan bias pemilihan pemain yang mengasingkan beberapa pilar kunci. Kurangnya pengalaman manajerial, yang sejak awal menjadi tanda tanya besar saat ia ditunjuk, akhirnya terekspos jelas ketika tekanan meningkat di bulan-bulan terakhir kompetisi.

Restrukturisasi Manajemen dan Visi Baru

Sinyal pemecatan ini sejatinya sudah menguat menyusul perombakan besar di jajaran direksi klub dua minggu lalu. Kehadiran manajer umum Robert Eenhoorn dan direktur teknis Dévy Rigaux langsung diikuti dengan audit menyeluruh terhadap performa olahraga klub. Rigaux berbicara blak-blakan setelah keputusan hari Minggu, mengapresiasi kerja keras Van Persie namun menyoroti penurunan metrik performa tim.

“Robin van Persie telah memberikan segalanya untuk klub selama 18 bulan terakhir. Dia pantas mendapatkan pujian karena telah membimbing tim melewati musim yang penuh tantangan dan akhirnya mengamankan posisi kedua. Itu memastikan kualifikasi untuk Liga Champions UEFA, yang sangat penting bagi klub,” ujar Rigaux

Baca juga: Kasih Debut ke Anak Sendiri di Feyenoord, Van Persie Tegaskan Bukan Nepotisme

“Kami melakukan evaluasi internal menyeluruh di mana kami melihat beberapa faktor, termasuk perkembangan performa tim dan tren penurunan poin yang dikumpulkan, baik di Eropa maupun di Eredivisie. Kesimpulannya adalah akan lebih baik untuk memulai musim baru dengan pelatih kepala baru.”

Masa Depan De Kuip

Bagi Van Persie, yang memulai dan mengakhiri karier bermainnya di Rotterdam, pemecatan ini menjadi akhir yang tragis bagi mimpi indahnya melatih klub masa kecilnya sejak ditunjuk pada Februari 2025 lalu. Ia terpaksa menyudahi kontraknya yang menyisakan durasi hingga 2027 dengan catatan 30 kemenangan dari 58 pertandingan kompetitif.

Pihak Feyenoord menegaskan bahwa mereka akan segera berburu suksesor baru dan berharap dapat mengumumkan pelatih kepala yang baru dalam beberapa minggu ke depan, agar tim memiliki waktu persiapan yang cukup sebelum latihan pramusim dan kompetisi Liga Champions dimulai.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!