Melawan Lelah, Glasner Tetap Bangga Meski Palace Tersingkir Secara Tragis
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, menyatakan rasa bangga yang luar biasa terhadap daya juang anak asuhnya meski harus angkat koper dari perempat final Carabao Cup. The Eagles kalah tipis 8-7 dalam drama adu penalti melawan Arsenal di Emirates Stadium, sebuah akhir yang menyakitkan setelah perjuangan heroik selama 90 menit.
Glasner menekankan bahwa para pemainnya tampil melampaui batas kemampuan fisik mereka. Palace datang ke London Utara di tengah jadwal padat yang memaksa mereka bermain tiga kali dalam enam hari, namun tetap mampu memaksakan hasil imbang 1-1 hingga menit terakhir.
Semangat Pantang Menyerah
Palace sempat tertinggal akibat gol bunuh diri Maxence Lacroix di sepuluh menit terakhir waktu normal. Namun, alih-alih menyerah pada kelelahan, Marc Guéhi berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+5, membungkam pendukung tuan rumah dan memaksa laga ke babak adu penalti.
Ketika ditanya apakah ia bangga dengan penampilan timnya, Glasner mengatakan kepada Sky Sports: "Babak kedua, ya. Kami memiliki kiper yang sangat hebat, yang membuat kami tetap dalam permainan, tetapi di babak kedua saya melihat tim yang berbeda.”
Baca juga: Menang Adu Penalti 8-7 Lawan Palace, Arsenal Melaju ke Semifinal Carabao Cup
"Kembali ke sini sungguh luar biasa. Saya tidak tahu apakah saya pernah melihat adu penalti di mana semua penalti dieksekusi dengan sangat baik.”
"Kita harus membangun performa babak kedua."
Ujian Fisik yang Nyata
Glasner tidak menampik bahwa faktor kebugaran menjadi hambatan besar bagi skuadnya. Dengan daftar cedera yang mulai menumpuk dan rotasi yang terbatas, ia memuji komitmen para pemain yang tetap menjaga intensitas permainan hingga detik terakhir.
"Semua orang mengatakan kami kelelahan, tetapi jika Anda bisa beralih dan bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua di Emirates, itu sangat positif,” tambahnya.
"Kami lebih berani dan jauh lebih agresif. Kami lebih banyak bermain di separuh lapangan mereka. Itu jauh lebih baik daripada babak pertama, ketika kami terlalu pasif. Tidak mudah bermain di sini."
Nikmati Liburan
Meski gagal mengulang kesuksesan musim lalu saat mereka menjuarai Piala FA, Glasner melihat kekalahan ini sebagai batu loncatan. Baginya, kemampuan Palace untuk menandingi Arsenal hingga penendang penalti ke-16 adalah bukti bahwa klub ini berada di jalur yang benar.
Baca juga: Arteta Puji Ketenangan Arsenal Setelah Singkirkan Crystal Palace Lewat Adu Penalti
Setelah jadwal pertandingan yang padat, dengan tiga pertandingan di tiga kompetisi berbeda dalam enam hari terakhir, Palace kini memiliki waktu istirahat yang relatif lebih lama di periode Natal, sebelum menjamu Tottenham Hotspur di Selhurst Park pada 28 Desember.
“Dua hari ke depan, mereka [para pemain] tidak akan mendengar apa pun,” jelasnya.
“Saya pikir sekarang sangat penting untuk mematikan pikiran dan tidak membicarakan sepak bola. Setiap orang memiliki keluarga. Orang tua berhak agar putra mereka pulang, bukan pemain sepak bola yang pulang, dan istri, pacar, anak-anak, [berhak] agar ayah dan suami berada di rumah, bukan pemain sepak bola yang membicarakan sepak bola.”
“Dua setengah hari, benar-benar mematikan pikiran sepenuhnya. Kami memiliki lima pertandingan dalam dua minggu ke depan, tetapi sekarang benar-benar: tinggalkan sepak bola.”
“Kemudian, ketika kita bertemu pada tanggal 26 sore, kita akan menganalisis pertandingan hari ini. Tentu saja kita akan melakukannya. Saya cukup yakin kita akan mengambil banyak hal positif darinya.” Penampilan ini, dan terutama perubahan dalam penampilan tersebut, seharusnya memberi kita kepercayaan diri, pastinya.”