Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bek tim nasional Prancis, Jules Kounde, telah menyuarakan kekhawatirannya tentang jadwal sepak bola yang semakin padat.
Ia memperingatkan bahwa kalender yang berlebihan ini tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik dan mental para pemain, tetapi juga ekosistem olahraga secara keseluruhan.
Dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan terhadap para pemain profesional telah meningkat drastis.
Turnamen internasional, kompetisi klub domestik dan kontinental, serta jadwal pramusim yang padat membuat jeda antar musim menjadi sangat singkat, bahkan hampir tidak ada. Kounde berpendapat bahwa kondisi ini tidak berkelanjutan.
Baca juga: Meski Banyak Kritik, Infantino Anggap Klub Dunia 2025 Sukses Besar
"Ini bukan hanya tentang para pemain," katanya. "Ada keluarga. Saya juga memikirkan semua orang yang bekerja di sekitar sepak bola dan terkadang menjadi korban dari ritme yang tak henti-hentinya ini."
Kounde menyoroti bagaimana jadwal yang padat mengurangi kualitas pertandingan dan membebani staf medis, pelatih, dan bahkan wartawan.
"Ini ekosistem seluruhnya," ujarnya.
"Terkadang dalam hidup, ketika kita berlebihan dalam melakukan sesuatu, kita berhenti menghargainya. Ketika kita melihat terlalu banyak, kita tidak lagi menganggapnya penting. Itulah yang terjadi dengan sepak bola — konsumsi berlebihan."
Pandangan Kounde ini sejalan dengan kritik dari sejumlah pelatih dan pemain top lainnya. Mereka berpendapat bahwa otoritas sepak bola, seperti FIFA dan UEFA, harus memprioritaskan kesehatan pemain di atas kepentingan komersial. Namun, dengan semakin banyaknya turnamen baru, seperti Piala Dunia Antarklub FIFA yang diperluas, solusi tampak semakin sulit ditemukan.
Baca juga: Premier League Tak Akan Kurangi Jumlah Klub di Tengah Isu Jadwal Padat
Namun Kounde tetap mendesak adanya perubahan atas situasi ini. "Hal-hal ini perlu kita lihat dalam perspektif yang lebih luas," ujarnya. "Dan saya pikir hal-hal ini perlu diubah."
Komentar Kounde menjadi pengingat bagi dunia sepak bola bahwa meskipun popularitasnya melonjak, keberlanjutan olahraga ini harus menjadi perhatian utama. Perdebatan tentang kalender yang padat kemungkinan akan terus berlanjut, tetapi suara dari pemain seperti Kounde memberikan perspektif penting yang tidak bisa diabaikan.