Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bintang Aston Martin, Fernando Alonso, membuat pengakuan mengejutkan menjelang GP Belgia akhir pekan ini.
Alih-alih merancang strategi balapan yang rumit, juara dunia dua kali asal Spanyol tersebut secara blak-blakan mengakui bahwa fokus utamanya hari Minggu ini adalah pulang secepat mungkin demi menonton laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.
Dengan jet darat AMR26 milik Aston Martin yang masih terseok-seok di papan bawah musim ini, Alonso memilih bersikap realistis. Di hadapan para jurnalis di paddock Spa-Francorchamps, pembalap berusia 44 tahun itu menyatakan bahwa ia tidak ingin membuang waktu setelah bendera kotak-kotak dikibarkan, demi menyaksikan laga perebutan trofi antara Spanyol dan Argentina.
"Ini akan berbeda. Karena kami tidak mengharapkan banyak hal akhir pekan ini," kata Alonso.
"Fokus utama pada hari Minggu adalah untuk pulang dan menonton pertandingan, jujur saja."
Baca juga: Bekuk Prancis 2-0, De la Fuente: Spanyol Hidupkan Kembali Semangat Juara 2010
Meskipun performa mobilnya mengecewakan, di mana Aston Martin baru mengoleksi satu poin dalam sembilan seri terakhir akibat absennya pemutakhiran sasis, Alonso menegaskan ia tetap profesional saat berada di kokpit.
“Meskipun Anda berada di belakang grid, saya tetap menikmati apa yang saya lakukan dan saya masih bersaing dengan 21 mobil lain di grid,” tegas
“Anda menutup visor dan Anda merasa bahagia, Anda tahu, di dalam kokpit. Saya pikir momen-momen balapan itu, dua jam itu, Anda benar-benar terlepas dari dunia luar dan Anda berada di zona Anda sendiri di dalam kokpit, menikmati balapan.
“Dan kemudian di luar mobil, tentu saja, fokus saya adalah menonton pertandingan jika memungkinkan.”
Tantangan terbesar pembalap asal Spanyol ini sebenarnya bukan di lintasan, melainkan logistik perjalanan pasca-balapan. GP Belgia dijadwalkan mulai pukul 15.00 (13.00 GMT) waktu setempat, sementara kick-off laga final di New York akan berlangsung pukul 21.00 (19.00 GMT) waktu Spanyol.
Alonso harus berkejaran dengan ketatnya jadwal wawancara media pasca-balapan dan kemacetan menuju bandara agar jet pribadinya bisa segera lepas landas.
"Ini akan sangat mepet karena saya harus terbang pulang," keluh Alonso sambil menghitung estimasi waktu perjalanannya. "Jadi, kemungkinan besar saya baru bisa menonton babak kedua saat sudah tiba di rumah, dan terpaksa melewatkan babak pertama."
Demam final Piala Dunia ini tidak hanya menjangkiti Alonso. Di sudut lain paddock, tensi sepak bola juga dirasakan oleh pembalap muda Alpine asal Argentina, Franco Colapinto.
Colapinto bahkan berkelakar bahwa ketegangannya menjelang laga final jauh melebihi kegugupannya saat harus melibas tikungan legendaris Eau Rouge di Spa. "Saya pasti akan jauh lebih gugup menghadapi pertandingan daripada balapan," canda Colapinto.
"Kemarin (semifinal melawan Inggris) kami bersenang-senang, banyak menderita. Tapi jika Anda tidak sedikit menderita, Anda bukan orang Argentina.
"Itu adalah salah satu pertandingan yang membuat Anda sangat gugup, tetapi kemudian Anda merayakannya dengan meriah. Jadi itu adalah malam yang panjang, tetapi sangat menyenangkan."
Baca juga: Scaloni Ungkap Argentina Mencium Bau Darah usai Menang Comeback Lawan Inggris
Bagi Alonso sendiri, final tahun ini membangkitkan nostalgia manis tahun 2010. Kala itu, terakhir kali tim nasional Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia di Afrika Selatan, Alonso juga tengah berada di puncak kariernya, bertarung sengit memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 bersama Ferrari.
Di balik humor dan antusiasme Alonso terhadap sepak bola, ada kenyataan pahit yang harus dihadapi Aston Martin. Mobil mereka saat ini praktis belum menerima pemutakhiran besar sejak tes pramusim di Bahrain, sementara tim-tim rival terus membawa komponen baru di setiap seri.
"Kami masih menggunakan mobil yang sama persis seperti saat tes Bahrain," ungkap Alonso, menjelaskan merosotnya daya saing tim. "Tim lain terus berkembang, sementara kami memulai dengan lambat dan terasa semakin tertinggal di setiap balapan.
“Jadi, ada akhir pekan ini untuk dilalui dan semoga minggu depan [balapan di Hungaria] sedikit lebih baik.”
Dengan peluang meraih poin yang tipis di Spa, tidak heran jika Alonso sudah menyusun rencana matang untuk segera angkat kaki dari sirkuit. Jika AMR26 tidak bisa memberinya kebahagiaan di aspal Belgia, ia hanya bisa berharap La Roja mampu menyajikannya di lapangan hijau, dengan catatan, pesawatnya mendarat sebelum peluit panjang berbunyi.