Tak ada cara yang lebih menyiksa untuk mengakhiri sebuah pertandingan sepak bola selain adu penalti — dua belas yard, satu bola, dan seorang penjaga gawang yang berusaha menebak arah dengan tepat. 

Beberapa klub tampak benar-benar telah menemukan rahasianya, berulang kali keluar dari babak adu penalti dengan mental dan trofi mereka tetap utuh. Klub lain justru membangun reputasi yang jauh berbeda, dan jauh lebih menyakitkan. Berikut sederet tim yang menurut sejarah lebih baik tidak Anda hadapi dari titik putih.

Bayern Munich — Algojo Paling Andal di Eropa

Sedikit klub yang memiliki rekor adu penalti sekuat Bayern Munich dalam kompetisi antarbenua. Raksasa asal Jerman ini telah memenangkan lima dari enam adu penalti Eropa yang mereka jalani, dengan satu-satunya kekalahan datang melawan Chelsea di final Liga Champions 2012, yang terasa ironis, karena terjadi di kandang mereka sendiri di Munich. 

Baca juga: Perbedaan Format Adu Penalti ABBA vs Format Tradisional

Kekalahan tunggal tersebut datang dengan cara yang menyakitkan, mengingat Bayern sebenarnya mendominasi pertandingan itu sendiri sebelum akhirnya tumbang di adu penalti melawan Chelsea, yang justru meraih gelar juara Eropa yang di luar dugaan.

Sejarah Bayern dengan adu penalti juga melahirkan salah satu penampilan individu paling ikonik yang pernah dihasilkan format ini. Di final Liga Champions 2001 melawan Valencia, penjaga gawang Oliver Kahn menepis dua penalti krusial untuk membantu Bayern kembali bangkit dalam adu penalti setelah sempat tertinggal, yang akhirnya mengantarkan klub tersebut meraih trofi Piala Eropa pertama mereka dalam 25 tahun.

Liverpool — Spesialis Titik Putih dari Anfield

Reputasi Eropa Liverpool datang berbarengan dengan rekor adu penalti yang setara. Kesuksesan klub ini dalam adu penalti terbentang lebih dari 30 tahun di berbagai pertandingan kompetitif, disorot oleh dua kemenangan final Liga Champions lewat adu penalti, pertama melawan Roma di Roma pada 1984, lalu yang paling terkenal melawan AC Milan di Istanbul pada 2005, ketika penyelamatan-penyelamatan penjaga gawang Jerzy Dudek menyegel salah satu comeback terbesar dalam sejarah sepak bola.

Baca juga: Daftar Pemain Bintang yang Gagal Mengeksekusi Penalti di Final Krusial

Setahun kemudian, Liverpool memenangkan satu final besar lagi lewat adu penalti, mengalahkan West Ham di final Piala FA setelah Jose Reina menepis tendangan dari tiga algojo West Ham. Pola tersebut terus berlanjut hingga era modern, dengan klub ini secara konsisten berada di sisi yang beruntung dalam adu penalti bertaruhan tinggi, baik di kompetisi domestik maupun di Eropa.

Real Madrid — Legenda Sejati Sepak Bola Sistem Gugur

Reputasi Real Madrid dalam pertandingan sistem gugur satu laga secara alami meluas hingga ke babak adu penalti, di mana klub ini berulang kali menemukan cara untuk lolos ketika pertandingan berlangsung hingga akhir. 

Baca juga: Apakah Tim yang Menendang Pertama Selalu Menang dalam Adu Penalti?

Kemenangan paling ikonik mereka belakangan ini datang di adu penalti di final Liga Champions 2016 melawan rival sekota Atletico Madrid, bagian dari rentetan yang membawa Los Blancos meraih tiga gelar juara Eropa beruntun. Apa pun mekanismenya, kedalaman skuad, ketenangan, atau sekadar jam terbang di laga-laga besar, rekor Madrid di bawah tekanan maksimal tetap menjadi salah satu yang paling ditakuti dalam olahraga ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!