Vincenzo Italiano berdiri dengan kepala tegak di Villa Park setelah petualangan Eropa Bologna musim ini resmi berakhir. Meski takluk 0-4 (agregat 1-7) dari Aston Villa pada leg kedua perempat final Liga Europa, Jumat dini hari (17/4), pelatih berusia 48 tahun itu menegaskan bahwa pencapaian timnya tetap menjadi tinta emas dalam sejarah klub.

Bologna, yang sempat membuat kejutan dengan menyingkirkan AS Roma di babak 16 besar, harus mengakui keunggulan klinis dari skuad asuhan Unai Emery. Namun, bagi Italiano, perjalanan dari fase grup hingga babak delapan besar adalah bukti perkembangan nyata I Rossoblu.

Penyesuaian Taktis yang Berisiko

Menghadapi defisit dua gol dari leg pertama, Italiano melakukan serangkaian perubahan taktis yang mengejutkan, terutama dengan menerapkan inverted full back dari posisi biasanya.

Baca juga: Watkins Cetak Gol ke-100, Aston Villa Melaju Mulus ke Semifinal Liga Europa

“Menganalisis pertandingan ini tidak perlu,” kata Italiano kepada Sky Sport Italia.

“Kami melakukan terlalu banyak kesalahan di leg pertama, jadi kami mencoba melakukan sesuatu yang berbeda dengan Joao Mario dan Juan Miranda di sisi yang berlawanan, karena Villa sangat bagus dalam bertahan di kotak penalti ketika kami sampai di garis gawang. Idenya adalah ketika bertahan, kami akan memotong ke dalam dengan kaki kami yang lebih kuat.

Italiano juga mengakui adanya jarak kualitas individu yang sulit dijembatani hanya dengan taktik. “Itu bukan alasan mengapa kami kalah, tetapi karena Aston Villa sangat klinis sehingga mereka mencetak gol di setiap kesempatan,” tambahnya. 

“Kami tidak memulai dengan buruk, tetapi ketika mereka mencetak gol pada kesempatan pertama dan Anda tertinggal 4-1 secara agregat, semuanya menjadi lebih sulit.”

Melampaui Target Awal

Meski kecewa dengan skor telak di papan skor, Italiano bersikeras bahwa kritikan tidak boleh mengaburkan gambaran besar dari musim Eropa mereka. Datang sebagai kuda hitam, Bologna berhasil melangkah jauh melewati ekspektasi banyak pihak, termasuk manajemen klub sendiri.

Terlepas dari beratnya kekalahan tersebut, perlu dicatat bahwa satu-satunya pertandingan Liga Europa yang Bologna kalahkan musim ini semuanya melawan Aston Villa.

“Kita harus belajar dari seluruh perjalanan ini, menyadari bahwa saat ini Aston Villa memiliki kemampuan lebih dibandingkan kita. Mereka mungkin lebih pantas berada di Liga Champions daripada Liga Europa, dan saya yakin mereka akan memenangkan trofi,” lanjut sang pelatih.

“Performa kami di leg pertama sangat kuat, tetapi kami membayar mahal karena terlalu banyak gangguan dan kesalahan. Saya tidak tahu apakah perbedaan antara kedua tim begitu besar, tetapi saya memberikan pujian kepada mereka, mereka memanfaatkan setiap peluang.

“Saya rasa ini bukan masalah taktik hari ini, ada perbedaan besar dalam kualitas antara kedua tim, dan kami hanya perlu berharap mereka tidak bermain maksimal. Anda tidak bisa memberikan apa pun kepada mereka, dan kami melakukannya di kedua leg.

“Kami berharap bisa menyulitkan Villa malam ini, tetapi mereka sangat agresif dalam menekan dan tidak membiarkan kami melakukannya. Kami mencapai perempat final, tujuan kami adalah lolos dari fase liga, jadi saya pikir perjalanan kami telah melampaui ekspektasi.”

Baca juga: Dominasi Inggris dan Jerman: Hasil Leg Pertama Perempat Final Europa League

Pelajaran Berharga untuk Masa Depan

Kekalahan ini, menurut Italiano, harus menjadi sekolah bagi skuadnya yang masih minim pengalaman di level kontinental. Ia menyoroti gol-gol yang tercipta dari situasi yang seharusnya bisa dihindari, seperti gol dari lemparan ke dalam dan hilangnya konsentrasi saat bola mati.

“Kita belajar dari ini, kita kebobolan dari lemparan ke dalam hari ini, itu pelajaran yang tidak boleh diberikan cuma-cuma di level ini. Kita mencapai perempat final, saya pikir itu lebih dari positif,” tegasnya.

Kini, Bologna akan kembali fokus sepenuhnya ke Serie A untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!