Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Di tengah badai kritik dan desakan mundur yang kian kencang dari berbagai federasi sepak bola Eropa, Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi mengonfirmasi niatnya untuk kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden FIFA mendatang. Pria asal Swiss berusia 56 tahun tersebut menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya meskipun kepemimpinannya kini berada di bawah tekanan paling berat sejak ia pertama kali terpilih pada tahun 2016.
Pernyataan resmi organisasi yang disampaikan juru bicara FIFA menegaskan bahwa komitmen Infantino yang pertama kali diumumkan pada April lalu tetap tidak berubah. Infantino bertekad mengejar periode kepemimpinan keempat yang akan membuatnya bertahan di kursi tertinggi sepak bola dunia hingga tahun 2031.
Akar dari keretakan hubungan antara Infantino dan sejumlah anggota federasi berawal dari skema komersialisasi FIFA yang sangat kontroversial. Rencana penjualan sebagian hak komersial turnamen utama FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta telah menyulut kemarahan besar, khususnya dari badan sepak bola Eropa, UEFA.
Baca juga: FIFA Tuding UEFA Lancarkan 'Kampanye Hitam' Terkait Rencana Investasi Piala Dunia
UEFA menilai langkah komersialisasi ekstrim tersebut berpotensi merusak tatanan integritas kompetisi serta menguntungkan pihak luar secara berlebihan. Meskipun FIFA kemudian menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan dalam perencanaan tersebut dan membatalkan skema komersial itu, tingkat kepercayaan federasi Eropa terhadap kepemimpinan Infantino terlanjur merosot ke titik terendah.
Ekskalasi konflik tidak lagi sekadar wacana di media. UEFA secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan bahkan memelopori ancaman pemboikotan turnamen-turnamen FIFA. Langkah hukum pun mulai diupayakan di Amerika Serikat dan Swiss terkait keterbukaan dokumen perencanaan investasi tersebut.
Satu per satu asosiasi nasional sepak bola terkemuka, termasuk Inggris, Wales, Jerman, hingga Selandia Baru, secara terbuka mencabut dukungan mereka terhadap pencalonan kembali Infantino.
Baca juga: UEFA Tangguhkan Ancaman Boikot Kompetisi FIFA
Situasi ini menandai pergeseran politik yang drastis di panggung sepak bola global, mengingat Infantino sebelumnya melenggang tanpa perlawanan berarti dalam periode-periode sebelumnya.
Saat ditemui awak media dalam pembukaan Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia, Infantino memilih untuk membatasi komentarnya namun tetap memancarkan rasa percaya diri.
Ia menegaskan bahwa ada waktu dan tempat yang tepat untuk menyampaikan argumentasi lengkapnya mengenai arah masa depan FIFA.
"Presiden FIFA mengumumkan pada bulan April bahwa ia akan mencalonkan diri kembali pada tahun 2027. Tentu saja, tidak ada yang berubah. Bapak Infantino akan mencalonkan diri kembali,” ungkap juru bicara FIFA, dilansir dari the Guardian.
Meskipun mendapat penolakan keras dari blok Eropa, Infantino belum sepenuhnya kehilangan panggung politik. Ia masih mengantongi dukungan dari konfederasi Afrika (CAF), Amerika Selatan (CONMEBOL), serta Arab Saudi.
Dengan batas akhir pendaftaran calon pada 18 November menjelang pemungutan suara pada Maret mendatang, nama Presiden CONCACAF Victor Montagliani mulai mencuat sebagai calon kuat penantang Infantino dalam perebutan takhta tertinggi FIFA.