Raksasa Belanda yang sedang tertidur, Ajax Amsterdam, resmi memulai era baru. Melalui pengumuman yang dirilis pihak klub, manajemen De Godenzonen mengonfirmasi penunjukan mantan arsitek Girona, Miguel Ángel Sánchez Muñoz, yang akrab disapa Míchel, sebagai kepala pelatih baru dengan masa bakti selama dua tahun hingga Juni 2028.  

Langkah berani ini diambil Ajax setelah melewati musim domestik 2025/26 yang penuh gejolak dan berakhir mengecewakan. Finis di peringkat kelima Eredivisie dengan raihan hanya 56 poin, sebuah kenyataan pahit yang memaksa kursi kepelatihan berpindah tangan tiga kali sepanjang musim dari John Heitinga, Fred Grim, hingga Oscar Garcia. Kini, tugas berat memulihkan kejayaan Ajax diserahkan ke tangan pria Spanyol berusia 50 tahun tersebut.  

Reputasi Taktis yang Tetap Utuh

Bagi sebagian pencinta sepak bola, penunjukan ini mungkin terasa mengejutkan mengingat Míchel baru saja berpisah dengan Girona menyusul degradasi tragis klub Catalan tersebut ke Segunda División pekan lalu. 

Namun, Direktur Teknis Ajax yang baru ditunjuk, Jordi Cruyff, melihat melampaui statistik musim lalu. Pihak klub meyakini bahwa keterpurukan Girona lebih disebabkan oleh faktor eksternal dan eksodus pemain pilar, ketimbang penurunan kualitas taktis sang manajer.  

Baca juga: John Heitinga Dipecat Usai Ajax Tenggelam di Liga Champions

Dua musim lalu, Míchel menjadi buah bibir di sepak bola Eropa setelah membawa Girona mengukir sejarah luar biasa lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dengan gaya main menyerang. 

Statistik menunjukkan bahwa sejak debutnya di La Liga pada 2022, tim asuhan Míchel mencatatkan rata-rata akurasi umpan mencapai 86,3% (data Opta). Gaya membangun serangan dari bawah 

yang menggunakan formasi cair 3-3-1-3 miliknya dinilai memiliki kesamaan genetik dengan filosofi Total Football yang mengakar di Johan Cruyff Arena.  

Restorasi Filosofi Amsterdam

Proses negosiasi berjalan cukup mulus berkat andil besar Jordi Cruyff. Hubungan emosional dan pemahaman mendalam tentang filosofi sepak bola Spanyol serta Belanda mempermudah Míchel untuk menerima tantangan di Amsterdam.

"Rasanya menyenangkan berada di sini; saya bangga mengambil langkah selanjutnya dalam karier saya. Ajax adalah nama besar di Eropa, klub yang selalu menghasilkan pemain muda berbakat," kata Michel.

“Jordi mengenal saya dari pekerjaan saya di Spanyol, dan kami telah berbicara bersama tentang filosofi klub, tentang bagaimana saya bekerja dan bagaimana hal itu cocok. Dia telah menyatakan kepercayaan penuh kepada saya, dan bersama dengan orang-orang lain di dalam klub, kami memulai tantangan baru. Tujuannya adalah untuk mengembalikan Ajax ke tempat yang seharusnya, dan saya sangat yakin bahwa kami akan berhasil."

Baca juga: Atletico Menang Tipis 1-0 atas Girona di Laga Kandang Terakhir Griezmann

Jordi Cruyff sendiri menegaskan bahwa karakter kepemimpinan Míchel adalah apa yang dibutuhkan ruang ganti Ajax saat ini untuk bangkit dari keterpurukan. Fakta bahwa ia mampu bertahan selama lima musim di Girona menunjukkan loyalitas dan stabilitas, sesuatu yang sangat dirindukan publik Amsterdam dalam beberapa tahun terakhir.

Tantangan Menanti di Depan Mata  

Meski mencatatkan rekor buruk di liga domestik musim lalu, Ajax setidaknya masih berhasil mengamankan tiket kompetisi Eropa ke Conference League musim depan setelah memenangi babak play-off yang menegangkan melawan Utrecht lewat adu penalti.  

Míchel dijadwalkan langsung memimpin latihan pramusim penuh dalam beberapa pekan ke depan. Fokus utamanya bersama Jordi Cruyff kini beralih ke bursa transfer musim panas guna merombak komposisi skuad yang dinilai kehilangan identitas. Dengan kontrak dua tahun di tangannya, Míchel memikul ekspektasi jutaan suporter untuk tidak hanya sekadar memenangi trofi, melainkan mengembalikan sepak bola indah nan ofensif yang selama ini menjadi jati diri Ajax Amsterdam.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!