Ultimatum Koeman, Depay Harus Buktikan Bisa Fit Menjelang Piala Dunia 2026
Manajer tim nasional Belanda, Ronald Koeman, menegaskan bahwa pemanggilan Memphis Depay ke dalam skuad Piala Dunia 2026 memang sudah direncanakan sejak awal. Namun, sang top skor sepanjang masa De Oranje tersebut kini memikul beban besar untuk membuktikan kebugaran dan performanya dalam beberapa pekan ke depan sebelum turnamen resmi bergulir di Amerika Utara.
Pernyataan lugas ini disampaikan Koeman dalam konferensi pers di Zeist menyusul pengumuman resmi 26 pemain yang akan diterbangkan ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meskipun nama Memphis selalu masuk dalam rencana utamanya, Koeman memberikan peringatan terbuka bahwa tempat di tim utama tidak akan diberikan cuma-cuma atas dasar reputasi masa lalu semata.
Pembuktian Depay
Memphis Depay, yang kini menginjak usia 32 tahun dan merumput di Brasil bersama Corinthians, baru saja pulih dari cedera hamstring parah yang membuatnya absen selama dua bulan. Ia baru mencatatkan comeback emosional sebagai pemain pengganti selama 34 menit saat Corinthians menang 1-0 atas Atlético Mineiro akhir pekan lalu.
Baca juga: Perjudian Koeman: Depay dan Timber Masuk Skuad Belanda di Piala Dunia 2026
Meski minim menit bermain sepanjang tahun 2026, statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Belanda dengan koleksi 55 gol dari 108 caps membuat Koeman tetap menyertakan namanya. Kendati demikian, sang arsitek tim memberikan tuntutan yang sangat spesifik bagi penyerang andalannya tersebut.
"Saya lebih suka dia bermain lebih awal. Tapi pada bulan April, saya tidak tahu kapan dia bisa bermain lagi. Dia bisa menjadi aset, seperti Jurrien Timber," kata Koeman
"Saya memilih Memphis karena siapa dia sebenarnya. Saya tidak melihat orang lain di posisi itu yang bisa melakukannya. Saya percaya dia bisa menjadi aset, tetapi dia harus melewati periode mendatang dengan baik," tambah pelatih itu.
"Kami memiliki dua pertandingan persahabatan. Jika dia berada di posisi yang menurut saya seharusnya, maka dia bisa menjadi starter. Jika tidak, maka dia tidak akan menjadi starter. Saya tahu dia juga bisa mengisi peran sebagai pemain cadangan."
Ujian Berat di Kamp Latihan Kampen
Tuntutan serupa juga membayangi bek serbabisa Arsenal, Jurriën Timber. Pemain berusia 24 tahun itu berhasil menembus skuad final meski belum memainkan pertandingan kompetitif sejak pertengahan Maret akibat cedera pangkal paha.
Untuk mengantisipasi risiko kebugaran Timber, Koeman bahkan sengaja menempatkan Ian Maatsen dan Lutsharel Geertruida dalam daftar tunggu. Beberapa pekan ke depan di kamp latihan akan menjadi fase krusial bagi Memphis dan Timber untuk meyakinkan tim medis dan jajaran pelatih bahwa fisik mereka sanggup menahan intensitas turnamen akbar.
Baca juga: Meski Bukan Favorit, Koeman Tegaskan Belanda Punya Kualitas di Piala Dunia
"Kami memiliki Ian Maatsen dan Lutsharel Geertruida dalam daftar pemain cadangan untuk pertandingan untuk Timber. Situasinya adalah dia seharusnya berlatih dengan Arsenal hari ini, untuk mengevaluasi kondisinya menjelang akhir pekan. Mereka akan menghadapi final Liga Champions pada hari Sabtu. Masih harus dilihat apakah dia akan fit untuk pertandingan itu," ujar Koeman.
Kedalaman Skuad yang Diuji Badai Cedera
Sikap tegas Koeman tidak lepas dari situasi timnya yang sudah pincang sebelum turnamen dimulai. Absennya sejumlah pilar utama akibat cedera parah, seperti Xavi Simons dan Jerdy Schouten yang menderita robekan ligamen (ACL), serta Stefan de Vrij yang tidak pulih tepat waktu, membuat Koeman tidak memiliki kemewahan untuk membawa pemain yang hanya sekadar menjadi "penumpang" di bangku cadangan.
Dengan dicoretnya Jeremie Frimpong karena alasan inkonsistensi taktis, lini depan Belanda kini bertumpu pada kembalinya ketajaman Memphis, yang bakal disokong oleh penyerang sayap in-form AS Roma, Donyell Malen, serta bintang Liverpool, Cody Gakpo.
Waktu terus berjalan bagi Memphis Depay. Rekor gol di atas kertas telah mengamankan tiket pesawatnya ke Amerika Utara, namun hanya pembuktian di lapangan hijau dalam dua pekan ke depan yang bisa menjamin posisinya sebagai ujung tombak utama.
De Oranje dijadwalkan melakoni dua laga uji coba melawan Aljazair di Rotterdam pada 3 Juni dan Uzbekistan di New York pada 8 Juni, sebelum memulai kampanye penyisihan Grup F Piala Dunia melawan Jepang di Dallas pada 14 Juni mendatang.