Meunier Sanjung Rudi Garcia Bawa Angin Segar ke Skuad Belgia
Meskipun Belgia telah memastikan kelolosan mereka ke Piala Dunia FIFA 2026, periode kualifikasi di bawah manajer baru Rudi Garcia tidak selalu berjalan mulus. Namun, full-back veteran Thomas Meunier menjadi salah satu yang paling vokal memberikan pujian, menegaskan bahwa pelatih asal Prancis tersebut telah menyuntikkan energi segar yang sangat dibutuhkan sejak menggantikan Domenico Tedesco pada Januari lalu.
Kemenangan telak 7-0 atas Liechtenstein pada menjadi penutup yang manis dan mengukuhkan Belgia sebagai juara Grup G kualifikasi Eropa. Kemenangan ini juga menjadi kemenangan keenam Garcia dari sepuluh pertandingannya di pucuk kepemimpinan The Red Devils.
Perubahan Drastis dari Era Tedesco
Meunier, salah satu anggota yang tersisa dari apa yang disebut Generasi Emas Belgia, menyoroti perbedaan mencolok antara pendekatan Garcia dan Tedesco. Ia menyebut kepelatihan Garcia mewakili perombakan total, baik secara filosofis maupun taktis.
Baca juga: Pesta Tujuh Gol, Belgia Bantai Liechtenstein 7-0 dan Amankan Tiket Piala Dunia 2026
"Staf baru yang datang telah membawa sesuatu yang segar, sesuatu yang baru, dan sejujurnya, mereka melakukan pekerjaan dengan baik dan grup ini mendukung mereka," jelas Meunier.
"Mereka adalah dua staf yang sama sekali berbeda. Kita bahkan tidak bisa membandingkan keduanya. Ini benar-benar generasi baru dengan selalu menemukan kembali sepak bola, latihan baru, dan taktik baru. Ini adalah sesuatu yang memperkaya."
Komentar ini mengisyaratkan bahwa di bawah Garcia, para pemain Belgia merasakan adanya penyegaran dalam sesi latihan dan strategi, yang merupakan hal krusial bagi tim yang sedang dalam masa transisi pasca-Piala Dunia 2022 dan Piala Eropa 2024 lalu.
Kualitas dan Hasil yang Melegakan
Meskipun Belgia mendapat kritik karena penampilan yang kurang meyakinkan dalam hasil imbang 1-1 melawan Kazakhstan beberapa waktu lalu, Meunier bergegas membela timnya dengan menunjukkan hasil akhir sebagai bukti.
"Tentu saja, kami selalu bisa meningkatkan permainan kami, tetapi ketika Anda datang ke tim nasional selalu ada sesuatu yang harus dikerjakan," tambah Meunier.
Baca juga: Kritik Tajam Doku, Sebut Belgia Tampil Buruk di Babak Kualifikasi
Ia juga mencontohkan kesulitan yang dihadapi oleh negara-negara besar lainnya seperti Italia, Denmark, dan Swedia, yang semuanya harus menjalani play-off yang kejam.
“Kualitasnya ada, hasilnya ada, kami telah memenuhi semua stadion, jadi antusiasmenya masih ada, dan kami merasa ada energi baru, angin segar dengan generasi baru Devils ini. Dan penting untuk memakainya dan mendukungnya,” tutupnya.
Dengan lolosnya Belgia ke Piala Dunia keempat berturut-turut, fokus kini beralih pada bagaimana Garcia dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempersiapkan skuad, yang masih mengandalkan sisa-sisa veteran seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku, untuk bersaing di panggung final.