Bukayo Saka tidak butuh waktu lama untuk membuktikan bahwa keputusan mencadangkannya di semifinal adalah kesalahan besar. Hanya berselang 72 jam setelah meratapi kekalahan dari Argentina di bangku cadangan, winger Arsenal ini mengamuk dengan mencetak hat-trick spektakuler untuk membawa Inggris menekuk Prancis 6-4 dan merebut medali perunggu Piala Dunia 2026.

Usai laga, Saka langsung mengirimkan pesan terbuka yang menohok bagi manajernya, Thomas Tuchel. Ditanya mengenai keputusan taktis yang membuatnya absen total di laga krusial sebelumnya, Saka menegaskan bahwa dirinya berada dalam kondisi 100 persen fit dan siap tempur.

"Tentu saja, saya ingin bermain lebih banyak," kata Saka kepada BBC setelah pertandingan. "Tapi tentu saja, ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu sekarang. Saya mencoba membuktikan kemampuan saya di lapangan. Sudah selesai. Mari kita lupakan."

Saka Bersikeras

Performa luar biasa Saka kontra Prancis langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pandit dan suporter Tiga Singa. Saat Inggris disingkirkan Argentina 2-1 di semifinal, Tuchel memilih pendekatan super defensif dan sama sekali tidak memasukkan Saka, bahkan saat Inggris butuh kreativitas untuk mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir.

Baca juga: Saka Cetak Hattrick saat Inggris Bungkam Prancis 6-4 dalam Perebutan Juara Ketiga

Ironisnya, pasca-kekalahan dari Argentina, Tuchel sempat mengkritik bahwa pemain Inggris kekurangan "DNA" untuk mengontrol permainan di bawah tekanan. Namun dengan mencadangkan Saka, satu dari sedikit pemain yang punya kemampuan duel satu lawan satu dan mempertahankan bola terbaik di Eropa, Tuchel dinilai justru mematikan senjata terkuatnya sendiri.

Saka sebelumnya mengalami cedera tendon Achilles yang membuat Tuchel memutuskan untuk merotasinya dengan Noni Madueke, sebelum akhirnya memilih Morgan Rogers di depannya untuk pertandingan melawan Argentina. Namun Saka bersikeras: “Saya fit, saya fit.”

Alasan Tuchel

Meski dilingkupi penyesalan, kemenangan 6-4 atas Prancis setidaknya menjadi pelipur lara. Ini adalah pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia sejak meraih gelar juara pada 1966 silam.

Namun, Saka bersikeras bahwa dirinya dalam kondisi fit, Tuchel mengatakan dia hanya memiliki firasat bahwa Rogers akan memberikan lebih banyak kontribusi dalam kemenangan semifinal atas Argentina.

"Dia melakukan semuanya dengan benar," jelas Tuchel tentang Saka. "Saya hanya memiliki firasat di semifinal untuk Morgan Rogers bahwa dia akan terlibat dalam sesuatu yang istimewa. Itu saja.

Baca juga: Tuchel Tegaskan 100 Persen Ingin Bertahan di Timnas Inggris Hingga Euro 2028

"Pertandingan [Argentina] sangat menuntut sehingga kami terpaksa melakukan perubahan karena kram dan jalannya pertandingan.

"Bukayo menunjukkan bahwa dia adalah pemain kunci, itu tidak pernah diragukan. Saya bahkan tidak menyadari dia mencetak hat-trick [melawan Prancis]. Saya kehilangan gambaran umum tentang pencetak gol di laga ini."

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan tetap akan mempertahankan Tuchel hingga Euro 2028. Namun, hat-trick brilian Saka di Miami akan selalu diingat sebagai ironi terbesar: obat penawar yang sangat dibutuhkan Inggris untuk menembus partai final sebenarnya ada di depan mata Tuchel, duduk manis di bangku cadangan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!