Inggris resmi mengamankan tempat ketiga di Piala Dunia FIFA 2026 setelah memenangkan laga dramatis 10 gol melawan Prancis dengan skor akhir 6-4 dengan hattrick dari Bukayo Saka di Stadion Miami, Florida. 

Pertandingan perebutan medali perunggu ini langsung tercatat dalam sejarah sebagai salah satu duel paling gila di jagat sepak bola. Keunggulan telak empat gol Inggris di babak pertama nyaris buyar oleh kebangkitan luar biasa Prancis yang dipimpin Kylian Mbappé, sebelum akhirnya Jude Bellingham mengunci kemenangan Tiga Singa di masa injury time.

Empat Gol di Babak Pertama

Skuad asuhan Thomas Tuchel tampil sangat dominan sejak peluit pertama dibunyikan. Laga baru berjalan 134 detik ketika Declan Rice, yang memakai ban kapten pada laga ini, melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Prancis, Mike Maignan. 

Gol ini menjadi salah satu gol tercepat Inggris di panggung Piala Dunia, mengulang memori indah saat Bryan Robson membobol gawang Prancis pada tahun 1982.

Baca juga: Tuchel Tegaskan 100 Persen Ingin Bertahan di Timnas Inggris Hingga Euro 2028

Sebelum Prancis sempat menata barisan pertahanan mereka yang limbung, Ezri Konsa menggandakan keunggulan Inggris pada menit ke-18 memanfaatkan umpan sepak pojok dari Rice. 

Panggung babak pertama kemudian sepenuhnya menjadi milik Bukayo Saka. Penyerang sayap Arsenal itu tampil tak terbendung di sisi kanan, mencetak dua gol cepat pada menit ke-37 dan 45+1. Inggris menutup paruh pertama dengan keunggulan luar biasa 4-0, membuat publik Miami terperangah melihat hancurnya pertahanan Les Bleus.

Kebangkitan Bersejarah Mbappé

Memasuki babak kedua, Prancis memberikan respons instan yang mengejutkan. Hanya tiga menit setelah turun minum, Kylian Mbappé sukses memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan umpan matang Michael Olise. Bagi Olise, ini adalah assist ketujuhnya sepanjang turnamen, memecahkan rekor legendaris milik Pelé pada Piala Dunia 1970 untuk jumlah assist terbanyak dalam satu edisi.

Prancis semakin di atas angin ketika Bradley Barcola mencetak gol kedua Les Bleus di menit ke-54, mengubah skor menjadi 4-2. Gelombang serangan Prancis tak berhenti di situ; pada menit ke-66, Mbappé kembali mencetak gol lewat sepakan kerasnya. Gol tersebut tidak hanya membawa Prancis menempel ketat Inggris dengan skor 4-3, tetapi juga menobatkan Mbappé sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol, melampaui catatan Lionel Messi.

Baca juga: Tuchel Salahkan DNA Sepak Bola Inggris Usai Disingkirkan Argentina

Drama di Akhir Laga

Di tengah tekanan hebat dari Prancis, Inggris mendapatkan momentum krusial pada menit ke-87 setelah Djed Spence dijatuhkan Malo Gusto di kotak terlarang. Saka yang maju sebagai eksekutor dengan tenang mengecoh Maignan, melengkapi catatan hat-trick indahnya sekaligus mengubah skor menjadi 5-3.

Namun drama belum berakhir. Memasuki menit ke-90+6, Ousmane Dembélé memanfaatkan kemelut di depan gawang Dean Henderson untuk memperkecil kedudukan menjadi 5-4, memaksa sisa pertandingan berjalan dengan tensi yang membakar saraf.

Kepastian kemenangan Tiga Singa akhirnya dikunci oleh Jude Bellingham pada menit ke-98. Melalui aksi individu memukau, bintang muda tersebut meliuk-liuk melewati lini pertahanan Prancis sebelum melepaskan tembakan yang merobek jala gawang Maignan. Skor 6-4 bertahan hingga peluit panjang. Hasil ini menandai pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia sejak tahun 1966, sekaligus menjadi laga perpisahan yang pahit bagi Didier Deschamps yang menyudahi masa bakti panjangnya bersama Prancis.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!