Tim Nasional Prancis mengakhiri Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 dengan hasil positif, bangkit dari ketertinggalan awal untuk mengalahkan Azerbaijan 3-1 di Tofiq Bahramov Republican Stadium. Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Les Bleus yang sudah mengamankan posisi puncak Grup D dan tiket otomatis ke putaran final.

Pelatih Didier Deschamps membuat sebelas perubahan dari pertandingan sebelumnya, mengistirahatkan bintang seperti Kylian Mbappé dan memberikan kesempatan berharga kepada para pemain lapis kedua.

Kejutan Awal Azerbaijan Dibalas Cepat

Meskipun Prancis sudah lolos, tuan rumah Azerbaijan memulai pertandingan dengan determinasi tinggi dan mengejutkan publik Baku. Hanya empat menit setelah kick-off, Azerbaijan memimpin. Renat Dadashov berhasil menyambut umpan silang mendatar dari Rahman Dasdamirov, menyapu bola melewati kiper debutan Prancis, Lucas Chevalier, menjadikan skor 1-0.

Namun, keunggulan itu tidak  bertahan lama. Prancis segera menyamakan kedudukan, menunjukkan kualitas respons mereka. Pada menit ke-17, striker Jean-Philippe Mateta melanjutkan performa bagusnya di kancah internasional. Mateta menyambut umpan silang terukur dari Malo Gusto dengan sundulan jarak dekat, menyamakan skor menjadi 1-1.

Baca juga: Prancis Hancurkan Ukraina 4-0, Les Bleus Kunci Tiket Otomatis Piala Dunia

Gol Perdana Akliouche dan Bunuh Diri Tuan Rumah

Setelah dua gol Prancis dianulir karena handball, satu dari upaya Christopher Nkunku, satu lagi dari Khephren Thuram, Les Bleus berhasil memimpin lewat aksi pemain muda Monaco.

Pada menit ke-30, Maghnes Akliouche mencetak gol internasional pertamanya. Setelah pergerakan yang apik yang melibatkan Malo Gusto, Akliouche berhasil menuntaskan umpan tarik yang disodorkan Malo Gusto di tiang jauh, mengubah skor menjadi 2-1.

Keunggulan Prancis semakin kokoh tepat sebelum jeda. Di menit ke-45, kiper Azerbaijan, Sahruddin Mahammadaliyev, secara tidak sengaja memasukkan bola ke gawang sendiri setelah gagal menangkap umpan silang di bawah tekanan dari Khephren Thuram, memastikan Prancis unggul 3-1 saat turun minum.

Baca juga: Deschamps Panggil Kante dan Kolo Muani untuk Tiket Piala Dunia

Kontrol Kemenangan di Babak Kedua

Babak kedua berjalan dengan tempo yang jauh lebih lambat. Prancis, dengan keunggulan dua gol, memilih untuk mengendalikan penguasaan bola dan memprioritaskan untuk menghindari cedera. 

Peluang-peluang mencetak gol berkurang drastis dari kedua tim, menandakan bahwa narasi pertandingan telah berakhir di babak pertama.

Kemenangan 3-1 ini memastikan Prancis mengakhiri babak kualifikasi mereka di puncak Grup D dengan 16 poin dari enam pertandingan, selisih enam poin dari Ukraina di peringkat kedua. Penampilan para pemain lapis kedua, terutama Malo Gusto yang mencetak dua assist dan Jean-Philippe Mateta, memberikan Deschamps sinyal positif mengenai kedalaman skuad menjelang turnamen besar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!