Minim Canda, Maksimal Fokus: Ødegaard Tegaskan Norwegia Siap Kejutkan Inggris
Kapten tim nasional Norwegia, Martin Ødegaard, menegaskan bahwa timnya yang berstatus sebagai "kuda hitam" telah siap 100 persen menghadapi "ujian besar" melawan Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026, Minggu nanti.
Bintang Arsenal tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya sengaja membatasi obrolan santai maupun saling ejek dengan rekan-rekan setimnya di klub yang kini membela panji Tiga Singa demi menjaga fokus total.
Laga yang akan digelar di Stadion Miami ini dipastikan sarat gengsi dan emosi bagi Ødegaard. Pasalnya, playmaker berusia 27 tahun itu akan berdiri di lorong pemain bersebelahan dengan pilar-pilar penting Inggris yang sehari-hari berjuang bersamanya di London Utara, seperti Declan Rice, Bukayo Saka, Noni Madueke, dan Eberechi Eze.
Alih-alih memanfaatkan kedekatan tersebut untuk perang urat syaraf yang jenaka, Ødegaard memilih untuk bersikap profesional dan menjaga jarak kompetitif menjelang laga krusial ini.
"Tidak terlalu banyak (candaan). Saya sempat berbicara sedikit dengan beberapa dari mereka selama turnamen," kata Odegaard sambil tersenyum.
Menaruh Rasa Hormat pada Declan Rice
Ødegaard juga tidak segan-segan melemparkan pujian tinggi kepada skuad asuhan Thomas Tuchel, khususnya kepada mitranya di lini tengah Arsenal, Declan Rice.
Baca juga: Skuad Norwegia Jatuh Sakit Jelang Laga Hidup Mati Kontra Inggris
"Tentu saja kami sangat mengetahui kualitas yang mereka miliki. Saya mengenal mereka dengan sangat baik. Mereka adalah pemain-pemain luar biasa, pemain kelas dunia, yang bermain untuk salah satu tim nasional terbaik di dunia saat ini, jadi ini akan menjadi ujian yang sangat besar bagi kami," ujar Ødegaard.
Secara spesifik, sang kapten memberikan kredit lebih kepada Rice yang dinilainya sebagai motor serangan sekaligus jangkar tangguh Tiga Singa.
"Dia adalah seseorang yang selalu memberikan segalanya untuk tim, selalu berjuang untuk setiap bola, membawa energinya ke lapangan, ke tim, mendorong tim maju,” pujinya.
"Dia bisa melakukan banyak hal di lapangan. Dia bisa bertahan, dia bisa menyerang, dia bisa bermain fisik, dia bisa bermain bagus dengan bola. Dia adalah pemain yang sangat lengkap, jadi ini akan menjadi ujian yang bagus bagi kita semua.
"Dan ini bukan hanya tentang Declan, tetapi seluruh tim memiliki pemain yang luar biasa. Ini adalah ujian besar dan kami menantikannya. Semoga kita bisa membuat sejarah yang lebih besar lagi."
Menolak Gentar Berstatus Underdog
Meski mengakui keunggulan di atas kertas milik Inggris, motivasi Norwegia saat ini sedang berada di titik tertinggi. Skuad besutan Ståle Solbakken melenggang ke babak delapan besar setelah menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen ini dengan menyingkirkan raksasa Amerika Selatan, Brasil, lewat kemenangan dramatis 2-1 di babak 16 besar berkat brace dari Erling Haaland.
Baca juga: Singkirkan Brasil, Haaland: Hari Paling Gila dalam Sejarah Norwegia
Pengalaman menundukkan juara dunia lima kali tersebut menjadi modal kepercayaan diri yang sangat berharga bagi generasi emas Norwegia ini.
"Saya pikir situasinya sama seperti saat melawan Brasil, kami adalah tim underdog dan, seperti yang Anda lihat, apa pun bisa terjadi dalam sepak bola," tegasnya. "Kami akan berusaha sebaik mungkin, melihat apa yang bisa kami lakukan dan menantikannya.
"Kita harus percaya pada diri sendiri. Kami telah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kami adalah tim yang bagus. Dalam sepak bola, apa pun mungkin terjadi. Meskipun kami kembali menjadi tim underdog, mari kita lihat apa yang terjadi dan mari kita persiapkan diri dengan baik."
Bagi Norwegia, melangkah hingga babak perempat final merupakan pencapaian historis yang melampaui rekor terbaik mereka sebelumnya pada edisi 1938 dan 1998. Dengan ketajaman Haaland di lini depan dan kreativitas Ødegaard sebagai pengatur ritme, Tiga Singa dipastikan tidak akan menjalani malam yang mudah di Miami.