Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Kurang dari 24 jam setelah menobatkan diri sebagai raja sepak bola dunia di tanah Amerika Utara, skuad Tim Nasional Spanyol yang meraih gelar juara Piala Dunia 2026 mendarat di ibu kota untuk menerima sambutan pahlawan yang amat megah. Sekitar dua juta pendukung memadati jalan-jalan utama Kota Madrid pada hari Senin, mengubah ibu kota Spanyol menjadi karnaval raksasa berwarna merah dan emas demi merayakan gelar Piala Dunia kedua bagi La Roja.
Usai kemenangan sengit 1–0 lewat babak perpanjangan waktu atas Argentina di Stadion MetLife, skuad beranggotakan 26 pemain tersebut mendarat di Bandara Adolfo Suárez Madrid-Barajas dengan memboyong trofi emas yang ikonik. Kepulangan ini menandai momen bersejarah dalam sepak bola internasional, di mana Spanyol resmi menjadi negara pertama dalam sejarah yang memegang gelar juara Piala Dunia FIFA Kategori Pria dan Wanita secara bersamaan.
Perayaan resmi dimulai dengan resepsi kenegaraan di tingkat tertinggi. Skuad La Roja terlebih dahulu menyambangi Istana Zarzuela untuk memenuhi undangan Raja Felipe VI beserta Keluarga Kerajaan. Tak lama berselang, rombongan bergerak menuju Istana Moncloa, tempat Perdana Menteri Pedro Sánchez menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan luar biasa dan performa taktis tim sepanjang turnamen.
Baca juga: Dari 'Neraka' Cedera Lutut ke Puncak Dunia: Rodri Sempurnakan Mahkota Sepak Bola
"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada staf dan para pemain atas gaya bermain, usaha, dan kemenangan kalian," kata Sanchez kepada para pemain.
Seusai agenda kenegaraan, para juara dunia menaiki bus tingkat atap terbuka bertuliskan slogan "Stars Shine Together" yang dihiasi foto seluruh anggota tim.
Menggunakan kaos peringatan bertuliskan "Somos Campeones" (Kami Adalah Juara), para pemain bernyanyi, menari, dan mengangkat tinggi-tinggi trofi Piala Dunia di hadapan lautan manusia saat bus melaju perlahan melewati kawasan bersejarah Madrid.
Pawai kemenangan tersebut mencapai puncaknya di Plaza de Cibeles, pusat perayaan tradisi sepak bola Spanyol, di mana pihak berwenang mengonfirmasi sekitar 120.000 pendukung memadati area alun-alun utama.
Satu per satu pemain dipanggil naik ke atas panggung megah diiringi lagu pilihan mereka masing-masing. Gelandang Álex Baena, yang berulang tahun ke-25 pada hari perayaan tersebut, membawa trofi Piala Dunia ke atas panggung utama yang disambut gemuruh tepuk tangan ribuan pendukung.
Pelatih kepala Luis de la Fuente, yang kini memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan di semua kompetisi internasional, diangkat dan dilempar ke udara oleh para pemainnya sebelum menyampaikan pidato di atas panggung.
Baca juga: De la Fuente Tagih Janji Cucurella: Tato Wajah Sang Pelatih Harus Segera Dibuat!
"Ini adalah pengalaman yang sangat emosional dan membanggakan untuk mewakili negara luar biasa dengan pendukung yang begitu berdedikasi. Kami sangat bahagia." ujar De la Fuente
Meski pilar senior menjadi tulang punggung keberhasilan Spanyol meraih trofi, pesta di Madrid juga menjadi panggung bagi para talenta muda terbaik negeri matador. Lamine Yamal dan Pau Cubarsí menjadi pusat perhatian dalam perayaan tersebut, menegaskan masa depan cerah bagi tim nasional yang kini kembali bertengger di puncak tertinggi sepak bola dunia.
Saat malam tiba dan kembang api menerangi langit Madrid, pesan kuat terpancar ke seluruh penjuru dunia: empat tahun menjelang status mereka sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2030, La Roja resmi kembali menguasai takhta sepak bola global.