Rafael Louzán, Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), memicu gelombang diskusi di jagat sepak bola internasional setelah secara terbuka menyatakan bahwa Spanyol akan menjadi panggung bagi pertandingan final Piala Dunia 2030.

Pernyataan yang disampaikan Louzán pada hari Senin lalu di Madrid ini seolah mengakhiri spekulasi berbulan-bulan mengenai lokasi pertandingan paling bergengsi di dunia tersebut. Meskipun turnamen edisi seabad ini akan diselenggarakan bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan laga spesial 100 tahun di Amerika Selatan, Louzán tampak sangat yakin bahwa partai puncak akan tetap kembali ke tanah Matador.

Mengakhiri Ambisi Maroko?

Sebelum klaim ini muncul, Maroko sempat diprediksi menjadi kandidat kuat tuan rumah final. Negara Afrika Utara tersebut tengah membangun Grand Stade Hassan II di Casablanca, sebuah megaproyek stadion berkapasitas 115.000 penonton yang digadang-gadang akan menjadi arena sepak bola terbesar di dunia saat selesai pada 2028 nanti.

Baca juga: Pique Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026 dan Pertanyakan Masa Depan Sepak Bola Amerika

Namun, Louzán memberikan isyarat bahwa Spanyol tetap memegang kendali dalam kemitraan ini. 

“Spanyol telah membuktikan kapasitas organisasinya selama bertahun-tahun. Mereka akan menjadi pemimpin Piala Dunia 2030 dan final Piala Dunia tersebut akan diadakan di sini," kata Louzan.

Louzán tanpa merinci kota mana yang dipilih. Meski begitu, para pengamat meyakini bahwa Santiago Bernabeu yang baru saja direnovasi atau Camp Nou milik Barcelona adalah dua kandidat terdepan untuk menggelar laga final tersebut.

Bayang-Bayang Insiden Piala Afrika

Beberapa laporan media internasional menyebutkan bahwa keyakinan RFEF ini muncul setelah insiden kekacauan di final Piala Afrika (AFCON) baru-baru ini di Maroko, di mana tim Senegal sempat melakukan aksi protes sebelum akhirnya mengalahkan tuan rumah. 

Kejadian tersebut dinilai sedikit banyak memengaruhi persepsi FIFA terhadap kesiapan operasional Maroko untuk ajang sebesar final Piala Dunia.

Namun, penting untuk dicatat bahwa FIFA hingga saat ini masih menutup rapat informasi resmi mengenai venue final. Badan sepak bola dunia tersebut sebelumnya menyatakan bahwa pengumuman lokasi final biasanya dilakukan setidaknya dua hingga empat tahun sebelum turnamen dimulai, serupa dengan pengumuman final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey yang baru diresmikan pada 2024 lalu.

Baca juga: Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026: Pecinta Bola Indonesia Siap Begadang

Sejarah yang Berulang

Jika klaim Louzán terbukti benar, ini akan menjadi kali kedua Spanyol menyelenggarakan final Piala Dunia setelah terakhir kali melakukannya pada edisi 1982 di Santiago Bernabeu. 

Dengan infrastruktur yang sudah matang dan pengalaman menggelar laga-laga besar Eropa, Spanyol memang memiliki keunggulan logistik dibandingkan para pesaingnya dalam aliansi tuan rumah bersama ini.

Dunia kini menanti respon dari FIFA dan komite penyelenggara di Maroko serta Portugal. Apakah ini sekadar diplomasi olahraga dari pihak Spanyol, ataukah kesepakatan di balik layar memang sudah menetapkan Madrid atau Barcelona sebagai pusat gravitasi sepak bola dunia pada musim panas 2030 nanti?

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!