Pique Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026 dan Pertanyakan Masa Depan Sepak Bola Amerika
Legenda sepak bola Spanyol dan Barcelona, Gerard Pique, memberikan pandangannya mengenai peta kekuatan sepak bola global menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Dalam wawancara terbarunya, pemenang Piala Dunia 2010 tersebut menyebut Prancis sebagai tim favorit utama, sembari melontarkan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan minat sepak bola di Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah.
Pique, yang kini disibukkan dengan ekspansi global Kings League, melihat bahwa skuat asuhan Didier Deschamps memiliki kedalaman talenta yang sulit ditandingi oleh negara mana pun saat ini.
Prancis Favorit Juara
Menurut Pique, konsistensi Prancis mencapai final di dua edisi terakhir (2018 dan 2022) adalah bukti bahwa mereka telah menemukan formula sukses yang stabil.
Meskipun Argentina berstatus juara bertahan, Pique merasa faktor talenta individu dan kolektif Les Bleus menjadikan mereka kandidat terkuat.
Baca juga: Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026: Pecinta Bola Indonesia Siap Begadang
"Saya rasa Prancis adalah favorit. Mereka mencapai dua final Piala Dunia terakhir, memenangkan satu dan kalah di yang lain,” katanya.
“Dari segi pemain, saya rasa mereka memiliki talenta terbaik. Tapi kemudian Anda perlu menjadi sebuah tim, dan di sinilah saya pikir Spanyol memiliki tim yang hebat.”
"Dan kemudian sedikit keberuntungan dalam kompetisi yang sangat singkat sehingga jika Anda kalah satu pertandingan, Anda akan tersingkir."
Skeptis dengan Demam Bola di Amerika Serikat
Selain membahas kandidat juara, Pique juga menyoroti peran Amerika Serikat sebagai tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada.
Ia mengakui adanya lonjakan minat yang luar biasa terhadap sepak bola di Negeri Paman Sam, terutama dengan kehadiran Lionel Messi di MLS dan persiapan menuju turnamen akbar musim panas mendatang.
Baca juga: Hasil Lengkap Undian Babak Grup Piala Dunia 2026
Namun, mantan bek tangguh ini merasa skeptis apakah lonjakan minat tersebut bisa bertahan secara permanen setelah partai final usai. Pique merujuk pada sejarah Piala Dunia 1994, di mana antusiasme tinggi sempat menurun setelah turnamen berakhir.
"Akan menarik untuk melihat tingkat antusiasme di negara ini dan bagaimana agar hal itu tidak terjadi seperti yang terjadi pada tahun 1994, setelah Piala Dunia sepak bola menghilang di AS," jelasnya. "Semoga, antusiasnya bertahan.”