Kabar buruk menghampiri tim nasional Belanda hanya beberapa hari sebelum genderang perang Piala Dunia 2026 resmi ditabuh. Bek andalan Arsenal, Jurrien Timber, dipastikan harus mengubur impiannya tampil di turnamen terakbar sepak bola ini setelah gagal pulih tepat waktu dari cedera pangkal paha yang telah mengganggunya sejak Maret lalu.  

Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) merilis pernyataan resmi pada Senin malam waktu setempat, mengonfirmasi bahwa pemain berusia 24 tahun itu akan meninggalkan pemusatan latihan tim di New York demi melanjutkan proses pemulihan medis yang lebih bertanggung jawab.  

Keputusan Pahit di Menit-Menit Akhir

Kehilangan Timber menjadi tamparan keras bagi rencana taktis Ronald Koeman. Sang bek serbabisa sebenarnya telah berjuang keras melawan waktu. Ia bahkan sempat memaksakan diri tampil selama 54 menit dari bangku cadangan saat Arsenal takluk dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions akhir Mei lalu. Namun, intensitas tinggi di level internasional terbukti terlalu berisiko bagi kondisi fisiknya saat ini.  

Baca juga: Perjudian Koeman: Depay dan Timber Masuk Skuad Belanda di Piala Dunia 2026

“Jurriën Timber (Arsenal) akan meninggalkan kamp pelatihan tim nasional Belanda di New York setelah pertandingan internasional melawan Uzbekistan. Bek berusia 24 tahun itu belum cukup pulih dari cedera pangkal paha untuk berpartisipasi di Piala Dunia secara bertanggung jawab secara medis. Setelah berkonsultasi dengan staf medis, diputuskan bahwa Timber akan pulang,” tulis pernyataan tersebut.

Ronald Koeman sendiri mengakui bahwa mencoret Timber adalah salah satu keputusan tersulit yang harus diambilnya menjelang turnamen. Baginya, memiliki kedalaman skuad di lini belakang adalah harga mati untuk mengarungi jadwal padat Piala Dunia.

Pengganti Instan dari Sunderland

Tidak ingin meratapi nasib terlalu lama, Koeman bergerak cepat dengan memanggil bek Sunderland, Lutsharel Geertruida, sebagai deputi langsung Timber. Geertruida, yang sebelumnya sempat berada di luar daftar final, kini mendapatkan durian runtuh untuk terbang kembali dan bergabung dengan Virgil van Dijk dkk sebelum laga pembuka.  

Baca juga: Drama di Ujung Laga, Dua Penalti Gakpo Bawa Belanda Kalahkan Uzbekistan

Langkah ini dinilai logis karena Geertruida sudah sangat familier dengan skema permainan Koeman, setelah sempat terlibat dalam laga uji coba kontra Aljazair awal Juni ini. Fleksibilitasnya untuk bermain di sisi kanan maupun jantung pertahanan akan memberikan opsi rotasi yang krusial bagi lini belakang De Oranje.  

Menatap Ujian Berat di Grup F

Absennya Timber menambah panjang daftar absensi lini belakang Belanda yang sebelumnya sudah kehilangan nama-nama besar seperti Matthijs de Ligt dan Stefan de Vrij karena cedera. Kini, beban berat berada di pundak barisan pertahanan yang tersisa untuk mengawal ambisi Belanda meraih trofi Piala Dunia pertama mereka.  

Belanda telah berhasil menang melawan Uzbekistan sebelum terbang ke markas utama mereka di Kansas City. Ujian sesungguhnya bagi armada Ronald Koeman akan dimulai pada 15 Juni mendatang saat mereka menantang raksasa Asia, Jepang, di Dallas, sebelum melanjutkan perjuangan di Grup F melawan Swedia dan Tunisia. Bagi Timber, panggung megah ini terpaksa ia saksikan dari layar kaca, sementara fokusnya kini beralih total demi kembali bugar di bawah asuhan Mikel Arteta musim depan.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!